Momen pergantian posisi Menteri Keuangan menyisakan peristiwa tak terduga di Kompleks Parlemen. Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang memaparkan laporan kerja di hadapan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ketika prosesi pelantikan penggantinya, Suahasil Nazara, digelar oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9).
Saat prosesi pelantikan berlangsung di Istana sekitar pukul 15.30 WIB, agenda rapat kerja di DPD yang dipimpin Ahmad Nawardi masih berjalan. Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran perwakilan dari Bank Indonesia (BI) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Dalam forum itu, Purbaya tengah menyampaikan sejumlah materi krusial, mulai dari perkembangan realisasi APBN, dinamika aliran modal asing, hingga alokasi anggaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sebelum Diganti, Purbaya Paparkan TKD 2027 Rp 735 Triliun

Di tengah pemaparan materi tersebut, Ahmad Nawardi tiba-tiba menyela pembicaraan. Nawardi meminta Purbaya menghentikan presentasinya sejenak untuk mengangkat panggilan telepon mendesak dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Purbaya sempat menunjukkan raut kebingungan atas interupsi mendadak tersebut. Kendati demikian, ia segera beranjak dan meninggalkan ruang rapat. Jalannya forum kerja Komite IV DPD pun langsung diskors sementara waktu.
Beberapa menit setelah Purbaya meninggalkan ruangan, rapat kembali bergulir. Tayangan di kanal YouTube DPD RI memperlihatkan agenda dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.
Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu, Ekonom Ingatkan APBN Sehat Tak Cuma Soal Defisit

Sementara itu di Istana Kepresidenan, Suahasil Nazara resmi dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil mengungkapkan dirinya sudah dihubungi pihak Istana sejak pagi hari untuk bersiap menghadiri pelantikan pada sore harinya.
Usai pelantikan, Suahasil menuturkan arahan khusus dari Kepala Negara berfokus pada penjagaan kesehatan serta kredibilitas keuangan negara. Suahasil menegaskan APBN harus tetap terkelola secara sehat dan kredibel agar mampu menopang pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional.






