Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan hari Rabu, 19 Agustus 2026. Apresiasi nilai tukar mata uang Garuda ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mengambil keputusan penting untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Agustus 2026. Keputusan ini memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.
Berdasarkan data perdagangan pada hari Rabu (19/8/2026), rupiah ditutup menguat sebesar 0,14% ke posisi Rp17.825 per dolar AS. Penguatan mata uang domestik ini terjadi sejalan dengan melemahnya indeks dolar AS (DXY). Pada sore hari pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS terpantau mengalami penurunan sebesar 0,16% hingga berada di posisi 99,497, yang memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah.
Sentimen utama yang mendorong penguatan rupiah pada pertengahan pekan ini adalah hasil dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 18 hingga 19 Agustus 2026. Dalam rapat tersebut, Bank Indonesia yang dipimpin oleh Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI, Destry Damayanti, memutuskan untuk menetapkan suku bunga acuan atau BI Rate tetap berada di level 5,75%.
Bank Indonesia Peringatkan Risiko El Nino Terhadap Harga Beras, Cabai, dan Bawang Merah

Selain mempertahankan suku bunga acuan utama, Bank Indonesia juga menetapkan suku bunga fasilitas moneter lainnya. Suku bunga Deposit Facility diputuskan tetap sebesar 4,75%, sedangkan suku bunga Lending Facility juga tidak mengalami perubahan dan tetap dipertahankan sebesar 6,50%. Keputusan ini menunjukkan konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian.
Langkah untuk menahan suku bunga acuan pada bulan Agustus 2026 ini menandai keputusan kedua yang diambil secara berturut-turut oleh bank sentral. Sebelumnya, Bank Indonesia juga telah memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75% pada RDG yang digelar pada bulan Juli 2026. Kebijakan penahanan ini dilakukan setelah Bank Indonesia sempat menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 basis poin dari level 4,75% menjadi 5,75% sepanjang periode Mei hingga Juni 2026.
BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Ini Empat Kebijakan Agustus 2026

Kebijakan Bank Indonesia untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 5,75% ini sudah sesuai dengan proyeksi para pelaku pasar. Berdasarkan hasil jajak pendapat atau polling yang dilakukan oleh CNBC Indonesia terhadap 14 institusi dan lembaga keuangan, seluruh responden secara kompak memproyeksikan bahwa BI Rate akan tetap bertahan di level 5,75% pada pertemuan bulan Agustus ini.
Untuk menjaga pergerakan nilai tukar ke depannya, Bank Indonesia menegaskan komitmennya dalam memelihara stabilitas nilai tukar rupiah. Pihak bank sentral menyatakan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah akan terus dijaga secara optimal melalui langkah-langkah optimalisasi seluruh instrumen moneter yang dimiliki oleh Bank Indonesia.






