Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Kamis (20/8). Peringatan ini disampaikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Prakirawan Balai Besar BMKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Lestari Irine Purba, meminta masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pantai timur, pegunungan, dan lereng timur Sumatera Utara, untuk meningkatkan kewaspadaan mereka.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah-daerah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam. Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis, cuaca di wilayah Sumatera Utara pada Kamis pagi diperkirakan rata-rata akan berawan. Namun, memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan mengalami perubahan dengan potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang di berbagai titik.
Secara spesifik, potensi hujan sedang berpeluang terjadi di wilayah Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Padang Lawas pada siang hingga sore hari. Pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan akan meluas dan mengguyur hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara. Sementara itu, pada dini hari, hujan dengan intensitas ringan diproyeksikan terjadi di beberapa daerah, seperti Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, dan Kota Medan.
Mobil Terbakar di Jalan Raya Alternatif Cibubur Bogor, Sopir Melarikan Diri

Selain prakiraan curah hujan, BMKG juga merinci parameter cuaca lainnya untuk wilayah Sumatera Utara. Suhu udara di wilayah ini diperkirakan berkisar antara 15 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 60 hingga 100 persen. Untuk pergerakan angin, BMKG memprakirakan angin akan bertiup dari arah selatan hingga timur laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 15 kilometer per jam.
Masyarakat juga perlu mengantisipasi kondisi cuaca untuk beberapa hari ke depan. BMKG menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Sumatera Utara masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama sepekan ke depan. Kondisi ini dipicu oleh adanya belokan angin serta konvergensi angin di sekitar Pantai Timur Sumatera Utara. Selain itu, potensi hujan lebat ini juga didukung oleh adanya anomali suhu muka laut yang hangat di wilayah perairan sekitarnya.
Pemerintah Prioritaskan Pemulihan Infrastruktur Dasar Pascagempa di NTT

Di samping peringatan cuaca di Sumatera Utara, BMKG di berbagai wilayah Indonesia juga terus memantau aktivitas alam lainnya. Sebagai contoh, BMKG mencatat adanya 3.055 gempa susulan yang terjadi pascagempa bumi berkekuatan M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa aktivitas kegempaan di wilayah tersebut membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 minggu untuk meluruh sepenuhnya. BMKG memprakirakan bahwa gempa susulan di NTT masih akan terus berlangsung selama 21 hingga 30 hari ke depan.
Sementara itu, dari Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli melaporkan bahwa terdapat 532 kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara sepanjang periode Juli 2026. Estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) menunjukkan adanya guncangan dengan intensitas III MMI yang dirasakan oleh masyarakat di Kepulauan Marore dan Kepulauan Sangihe. Di wilayah lain, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Batam, Kepulauan Riau, pada 19 Agustus yang didominasi oleh kondisi langit berawan dengan suhu udara mencapai 33 derajat Celsius.






