Pascabencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus lalu, pemerintah melalui Kementerian Sosial bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memastikan bahwa seluruh proses penyaluran logistik bagi warga terdampak akan terus berjalan tanpa hambatan. Langkah taktis ini diambil guna meringankan beban puluhan ribu warga yang terpaksa mengungsi akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana alam tersebut.
Berdasarkan data sementara, dampak gempa bumi ini sangat signifikan dengan korban meninggal dunia mencapai 70 orang dan korban luka-luka sebanyak 665 orang. Selain korban jiwa, tercatat ada 31.220 orang yang harus mengungsi serta 16.411 keluarga yang terdampak secara langsung. Untuk merespons situasi darurat ini, hingga 19 Agustus 2026, Kementerian Sosial telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,27 miar yang difokuskan untuk penanganan dampak gempa di wilayah tersebut.
Tanggungan Beban Bunga Utang Pemerintah Rp650 Triliunan pada 2027

Penyaluran logistik pangan menjadi salah satu prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini. Kementerian Sosial menyalurkan bantuan berupa 48 ton beras reguler dan 7.500 paket sembako. Paket sembako tersebut didistribusikan secara spesifik ke beberapa daerah terdampak, meliputi 1.000 paket untuk Nagekeo, 2.000 paket untuk Sikka, 500 paket untuk Manggarai Timur, 2.000 paket untuk Ende, serta 2.000 paket untuk Ngada. Selain sembako, Kemensos juga menyiapkan pasokan penyangga (bufferstock) seperti makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut, pakaian dewasa dan anak-anak, tenda gulung, tenda keluarga, family kit, kids ware, shower kit, hingga toilet portabel.
Untuk menjamin kebutuhan makan harian para pengungsi, posko dapur umum didirikan di tujuh daerah terdampak di NTT. Kapasitas produksi makanan di setiap dapur umum bervariasi menyesuaikan jumlah pengungsi di masing-masing titik. Dapur umum di Manggarai Timur menyediakan porsi terbesar dengan 5.500 bungkus makanan per hari, disusul Manggarai dengan 5.000 bungkus, Sikka dengan 4.500 bungkus, Nagekeo dengan 4.000 bungkus, Ngada dengan 2.000 bungkus, dan Ende dengan 1.500 bungkus sehari. Sementara itu, untuk wilayah Manggarai Barat, pendirian dapur umum saat ini masih berada dalam tahap asesmen.
Kronologi DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Diduga Ditipu Promotor

Di samping pemenuhan logistik fisik, Kementerian Sosial juga menyiapkan skema santunan finansial bagi para korban terdampak. Ahli waris dari 70 korban yang meninggal dunia dijadwalkan menerima santunan masing-masing sebesar Rp15 juta. Sementara itu, bagi korban luka-luka yang sedang menjalani perawatan medis, Kemensos menyiapkan santunan senilai Rp5 juta per orang untuk 199 korban. Melalui berbagai langkah penanganan yang terstruktur ini, Gus Ipul pastikan distribusi bantuan logistik di NTT jalan terus demi memulihkan kondisi masyarakat pascabencana.






