Gaya hidup modern dengan jam kerja yang panjang di depan meja membuat banyak orang di Indonesia terjebak dalam kebiasaan sedentari. Pola hidup yang minim aktivitas fisik ini kian disorot oleh para praktisi kesehatan di tanah air. Kementerian Kesehatan RI secara tegas telah memperingatkan bahwa kurangnya gerakan fisik merupakan pintu gerbang utama menuju berbagai penyakit tidak menular (PTM) yang berbahaya dalam jangka panjang.
Kondisi kurang bergerak sendiri didefinisikan sebagai situasi ketika seseorang melakukan aktivitas fisik yang lebih sedikit dari standar kebutuhan tubuh untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Kebiasaan ini biasanya berwujud perilaku duduk terlalu lama, jarang berjalan kaki, hingga minimnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, aktivitas fisik secara teratur sangat membantu menjaga kebugaran jantung serta sistem peredaran darah.
Pemanfaatan Limbah Batang Sorgum Menjadi Arang dan Briket Bernilai Ekonomi

Efek langsung yang paling sering dirasakan akibat kurang aktif adalah penurunan stamina serta berkurangnya kemampuan tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Otot membutuhkan aktivitas yang konsisten untuk mempertahankan kekuatan dan fungsinya. Tanpa gerakan yang cukup, tubuh akan terasa lebih kaku, terutama setelah duduk dalam waktu lama. Jika ditambah dengan posisi duduk yang tidak nyaman, ketegangan pada otot punggung dan leher akan meningkat, yang lambat laun memengaruhi postur tubuh secara keseluruhan.
Selain itu, duduk terlalu lama juga membuat aliran darah, khususnya pada bagian kaki, menjadi kurang optimal. Kurangnya aktivitas fisik juga berdampak buruk pada sistem rangka karena gerakan aktif sangat diperlukan untuk menyokong kekuatan tulang dan fungsi sistem gerak. Tanpa aktivitas yang cukup, pengeluaran energi harian berkurang dan pola tidur yang sehat menjadi sulit dicapai. Tubuh yang jarang digunakan untuk beraktivitas pun akan merasa jauh lebih cepat lelah saat harus melakukan aktivitas fisik.
Tiba di Arab Saudi, Tijjani Reijnders Teken Kontrak hingga 2031 Bersama Al Qadsiah

Untuk meminimalkan risiko dari 13 Dampak Negatif Kurang Bergerak yang mengancam kesehatan ini, masyarakat dianjurkan untuk mengambil jeda aktif di sela-sela rutinitas. Mengambil jeda singkat untuk bergerak terbukti dapat menyegarkan kembali tubuh dan pikiran, terutama setelah belajar atau bekerja dalam waktu lama. Meskipun tingkat keparahan dampak jangka panjang ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung kondisi kesehatan masing-masing, menjaga tubuh tetap aktif bergerak merupakan langkah preventif terbaik yang bisa dilakukan sejak dini.






