Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang solid pada perdagangan hari Jumat, 21 Agustus 2026. Sejak pembukaan perdagangan pasar hingga sesi II berlangsung, pergerakan indeks komposit tersebut terpantau konsisten berada di zona hijau. Kinerja positif IHSG ini didorong dan ditopang secara nyata oleh penguatan serentak dari jajaran saham-saham perbankan yang melantai di bursa saham, baik dari jajaran bank milik pemerintah maupun bank swasta.
Pada perdagangan hari ini, kenaikan harga terbesar di antara seluruh kelompok saham perbankan dicatatkan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Saham BBNI melesat sebesar 4,46 persen dan berhasil mencapai level 3.750 per saham. Penguatan signifikan ini menempatkan BBNI di posisi terdepan dalam daftar penguatan saham perbankan. Selain BBNI, apresiasi harga yang kuat juga ditunjukkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang mengalami kenaikan sebesar 3,18 persen ke level harga 3.240 per saham. Sementara itu, emiten perbankan syariah yakni PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) turut membukukan kenaikan sebesar 2,54 persen dan bertengger pada posisi 1.815 per saham.
Penguatan pada kelompok bank persero berlanjut melalui emiten-emiten lainnya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan kinerja perdagangan yang positif dengan mengalami kenaikan harga sebesar 2,17 persen menuju level 4.240 per saham. Melengkapi daftar bank persero yang bergerak positif, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mencatatkan penguatan sebesar 2,07 persen hingga mencapai harga 1.230 per saham. Seluruh emiten bank BUMN tersebut kompak menorehkan pertumbuhan harga saham di atas level dua persen pada perdagangan Jumat ini.
Asumsi Makro RAPBN 2027 dan Pengaruh Kebijakan Global terhadap Pasar Keuangan

Di sektor perbankan swasta nasional, penguatan saham turut menyokong posisi IHSG agar tetap bertahan di zona hijau. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), yang merupakan bank swasta terbesar di Indonesia, turut mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 1,17 persen ke level 6.475 per saham. Tidak ketinggalan, bank swasta terbesar kedua di Indonesia yakni PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) juga mencatat pergerakan menguat dengan kenaikan sebesar 0,60 persen hingga berada di level harga 1.675 per saham. Kenaikan harga saham dari bank-bank swasta terkemuka ini menambah daya dorong bagi pergerakan indeks komposit secara keseluruhan.
Emiten perbankan swasta lainnya pun terpantau bergerak di teritori positif. Saham PT Bank Permata Tbk. (BNLI) tercatat tumbuh sebesar 0,93 persen menjadi 2.180 per saham. Di samping itu, saham PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) atau PaninBank mengalami penguatan sebesar 0,55 persen sehingga mencapai level 910 per saham. Adapun saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mencatatkan kenaikan sebesar 0,47 persen menuju level harga 4.320 per saham. Kenaikan yang dialami oleh BDMN ini merupakan kenaikan terendah di antara seluruh saham perbankan yang diperdagangkan pada hari tersebut.
Kontribusi Terhadap UMKM Naik Terus, OJK Dorong Pertumbuhan Pindar

Secara keseluruhan, rentang kenaikan saham-saham perbankan pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, bergerak mulai dari kenaikan tertinggi sebesar 4,46 persen pada saham BBNI hingga kenaikan terendah sebesar 0,47 persen pada saham BDMN. Kekompakan dari seluruh saham bank ini, mulai dari BBNI, BBRI, BRIS, BMRI, BBTN, BBCA, BNLI, BNGA, PNBN atau PaninBank, hingga BDMN, menjadi penopang utama yang menjaga IHSG konsisten berada di zona hijau sejak pembukaan hingga sesi II perdagangan.






