Sebanyak 2,2 hektare tanaman padi di Desa Kemuje, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, dipastikan mengalami gagal panen. Kondisi merugikan ini dipicu oleh perpaduan antara musim kemarau ekstrem dengan kerusakan infrastruktur irigasi setempat. Akibatnya, pasokan air yang sangat dibutuhkan untuk mengairi lahan persawahan menjadi terhambat.
Kegagalan panen ini terpantau terjadi pada area persawahan yang rata-rata mulai ditanami pada bulan Juli. Sebaliknya, tanaman padi yang sudah ditanam sejak bulan Mei di Desa Kemuje dilaporkan masih dalam kondisi aman dan tetap dapat dipanen. Dari total potensi lahan persawahan di desa tersebut yang mencapai 302 hektare, keterbatasan air membuat para petani hanya menanami padi di area seluas 132 hektare. Sementara itu, sisa lahan persawahan lainnya dibiarkan kosong karena tidak adanya pasokan air yang memadai.








