Pemerintah Singapura memperluas kebijakan dukungan bagi keluarga pekerja dengan menambah alokasi cuti pengasuhan anak hingga 12 hari per tahun. Kebijakan cuti baru ini memperkuat komitmen pemerintah setempat yang sebelumnya telah menyiapkan paket tunjangan finansial bernilai hampir S$ 70.000 atau sekitar Rp 976,21 juta per anak.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam pidatonya di ITE College Central menegaskan bahwa pemerintah ingin mendampingi para orang tua secara konsisten di sepanjang masa tumbuh kembang anak, alih-alih hanya menitikberatkan bantuan pada momentum kelahiran.
Berdasarkan aturan yang berlaku saat ini, orang tua yang bekerja menerima 6 hari cuti perawatan anak per tahun selama anak bungsu masih berusia 6 tahun ke bawah. Hak cuti tersebut menyusut menjadi 2 hari tambahan ketika usia anak bungsu menginjak rentang 7 hingga 12 tahun.
Prabowo Minta Menteri hingga Bos PLN Rampungkan PLTS 100 GW 3 Tahun, Bisa?

Ke depan, ketentuan tersebut diintegrasikan ke dalam satu skema tunggal bagi para orang tua bekerja yang memiliki anak berkewarganegaraan Singapura berusia 12 tahun ke bawah. Di bawah aturan terpadu ini, alokasi cuti yang diberikan berkisar antara 8 hingga 12 hari per tahun, tergantung jumlah anak yang memenuhi kriteria usia tersebut.
Orang tua yang memiliki dua anak berusia 12 tahun ke bawah akan mendapatkan jatah cuti 10 hari. Sementara itu, kuota maksimal sebanyak 12 hari cuti diperuntukkan bagi orang tua yang memiliki tiga anak atau lebih.
Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp 5.000 Cuma Berlaku sampai Oktober

Untuk menjaga stabilitas dunia usaha, Pemerintah Singapura memastikan akan mengganti biaya yang ditanggung pihak pemberi kerja selama pelaksanaan seluruh durasi skema cuti terkait anak, termasuk cuti melahirkan maupun perawatan anak, hingga batas tertentu yang telah ditentukan.
Langkah penyesuaian cuti ini berjalan berdampingan dengan skema SG Child Support Package. Selain mengalokasikan total dukungan dana hampir Rp 1 miliar per anak, paket tersebut memuat target penurunan biaya penitipan anak sehari penuh (full-day childcare). Pemerintah Singapura menargetkan tarif penitipan anak tersebut dapat ditekan secara bertahap hingga menjadi S$ 150 atau sekitar Rp 2 juta per bulan pada 2030.






