PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah menyelesaikan seluruh konstruksi Tahap I Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Jalur bebas hambatan sepanjang 49,68 kilometer yang menghubungkan Gending hingga Besuki tersebut kini memasuki tahap persiapan akhir sebelum resmi dibuka dan dioperasikan untuk masyarakat umum.
Kesiapan Layanan Operasional dan SPM
Menjelang pengoperasian penuh ruas jalan tol tersebut, Jasa Marga saat ini tengah mematangkan kesiapan layanan operasional. Upaya pematangan ini difokuskan untuk memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dapat berjalan secara optimal bagi kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan.
Langkah tersebut menjadi penentu sebelum ruas jalan bebas hambatan ini secara resmi melayani arus lalu lintas kendaraan di wilayah Jawa Timur bagian timur.
Penyaluran LPG 3 Kg Mau Diperketat Berdasarkan Desil

Rincian Progres Tiga Seksi Konstruksi
Pembangunan Tahap I Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi terbagi ke dalam tiga seksi pengerjaan utama. Seluruh seksi pada tahap ini telah menyelesaikan pekerjaan konstruksi fisik hingga 100 persen dengan rincian status kelaikan sebagai berikut:
- Seksi I (Gending-Kraksaan): Konstruksi fisik telah selesai 100 persen dan telah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
- Seksi II (Kraksaan-Paiton): Konstruksi fisik telah rampung 100 persen dan sudah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dari Kementerian PU.
- Seksi III (Paiton-Besuki): Konstruksi fisik telah tuntas 100 persen dan telah melaksanakan tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) yang dilakukan oleh tim Kementerian PU.
Efisiensi Waktu Tempuh dan Dukungan Logistik
Kehadiran ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi Tahap I diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi mobilitas, salah satunya memangkas waktu tempuh perjalanan antara Probolinggo dan Besuki menjadi hanya 1 jam 15 menit.
KNKT Ungkap Temuan Kecelakaan KRL Bekasi, Lampu Sinyal Mirip Lampu Rumah

Selain mempermudah akses transportasi antardaerah, pengoperasian ruas tol ini ditujukan untuk mendukung kelancaran distribusi logistik menuju Pelabuhan Ketapang serta mendorong perkembangan sektor pariwisata di kawasan Tapal Kuda.






