Arah kepemimpinan tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 kini berada di tangan sembilan kiai sepuh dan kiai khos yang resmi ditetapkan sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Keputusan tersebut disahkan dalam Sidang Pleno 5 Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8) malam.
Penetapan sembilan ulama tersebut diambil setelah panitia menuntaskan rekapitulasi dan tabulasi usulan dari pemilik suara sah, yang terdiri dari Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU), serta Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI NU). Majelis AHWA memiliki mandat utama untuk menggelar musyawarah tertutup guna menentukan Rais Aam sekaligus memilih Ketua Umum PBNU untuk lima tahun ke depan.
Daftar Sembilan Anggota AHWA Terpilih
Berdasarkan hasil tabulasi suara muktamirin, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Nurul Huda Djazuli, memperoleh dukungan terbanyak. Diikuti oleh ulama kharismatik asal Aceh, TGK KH Nuruzzahri Yahya, serta AG KH Baharuddin HS di urutan tiga besar.
Posting Cara Buat Molotov, Pemilik Akun 'Pemukiman Setan' Ditangkap

Berikut rincian perolehan suara sembilan kiai anggota AHWA Muktamar ke-35 NU:
- KH Nurul Huda Djazuli (Ploso): 486 suara (10,31 persen)
- TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled NU): 478 suara (10,14 persen)
- AG KH Baharuddin HS: 392 suara (8,3 persen)
- KH Miftachul Akhyar: 351 suara (7,4 persen)
- KH Afifuddin Muhajir: 340 suara (7,2 persen)
- KH Anwar Iskandar: 327 suara (6,9 persen)
- KH Anwar Manshur (Lirboyo): 304 suara (6,4 persen)
- Dr KH Abun Bunyamin, MA: 297 suara (5,7 persen)
- Prof Dr KH Said Aqil Siroj: 273 suara (5,8 persen)
Pengamanan Berkas dan Mekanisme Pemilihan
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU yang juga Rais Syuriah PBNU, Prof Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa usulan nama-nama anggota AHWA dihimpun langsung dari struktur kepengurusan wilayah dan cabang sejak tahap awal registrasi muktamar.
Hari Keempat, Kebakaran di TPA Liar Waringinkurung Masih Belum Padam

Seluruh berkas usulan dimasukkan ke dalam enam wadah transparan yang terkunci rapat. Kotak-kotak tersebut ditempatkan di sebuah ruangan khusus tepat di depan kediaman Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdul Rozaq Sholeh (Gus Rozaq).
Untuk menjamin integritas data dan keamanan suara, area penyimpanan dipantau secara berkesinambungan melalui kamera pengawas (CCTV). Selain itu, sebanyak 15 personel Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan (Sigap) Ponpes Bahrul Ulum ditugaskan berjaga secara bergantian selama 24 jam penuh hingga proses rekapitulasi sidang pleno selesai dilaksanakan.






