Pelaksanaan Senam Zapin di Tembak Langit Batam, Minggu (23/8), membuktikan perpaduan antara gerak fisik dan pelestarian tradisi mampu menggerakkan antusiasme publik. Diinisiasi oleh Holywings Peduli, acara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini diikuti lebih dari 150 warga dari Kelurahan Tanjung Uma dan Kelurahan Sungai Jodoh, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Kegiatan ini mengombinasikan unsur kebugaran jasmani dengan pelestarian seni tradisional Melayu. Senam Zapin menjadi sarana olahraga alternatif yang efektif sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Karakteristik Dasar Gerakan Senam Zapin
Menurut instruktur Gian Natasya, nama Zapin berakar dari seni tari tradisional Melayu yang mendapat pengaruh budaya Arab. Ciri utama dari tarian ini diadaptasi ke dalam bentuk senam dengan fokus pada:
Hasil La Liga Atletico Madrid vs Villarreal, Robin Le Normand Kartu Merah, Laga Berakhir 2-2

- Irama dan Ketukan: Gerakan dilakukan dengan mengikuti iringan musik Melayu yang ritmis dan bersemangat.
- Langkah Kaki Teratur: Fokus utama gerakan bertumpu pada langkah kaki yang teratur dan selaras dengan tempo musik.
- Kombinasi Gerak Tangan dan Tubuh: Gerakan tangan yang luwes dipadukan untuk menjaga kelenturan sendi dan koordinasi motorik.
Panduan Pelaksanaan Sesi Latihan
Untuk mempraktikkan Senam Zapin secara mandiri maupun berkelompok dalam komunitas, berikut tahapan teknis yang dapat diterapkan:
1. Menentukan Durasi Latihan Satu sesi Senam Zapin idealnya berlangsung selama 30 hingga 60 menit. Durasi ini cukup untuk memicu pembakaran kalori dan melatih ketahanan kardiovaskular.
2. Penyesuaian Intensitas Gerakan Intensitas langkah kaki dan tempo gerakan disesuaikan dengan kapasitas fisik serta kelompok usia peserta. Pemula dapat memulai dengan tempo lambat sebelum beralih ke ketukan ritmis yang lebih cepat.
3. Pemanasan dan Pendinginan Awali sesi dengan pemanasan otot kaki dan lengan selama 5–10 menit untuk menghindari cedera, lalu akhiri sesi senam dengan peregangan statis.
Mengintegrasikan Olahraga dengan Interaksi Sosial
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program Holywings Peduli, Andrew Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup aktif tanpa melupakan akar budaya lokal.
Agar kegiatan senam semakin meriah dan meningkatkan kebersamaan, penyelenggara dapat menyisipkan berbagai kegiatan pendukung seperti yang diterapkan pada agenda di Batam:
30 Gedung RSUD Ende Diperiksa Pascagempa, 28 Dinyatakan Bisa Digunakan Kembali

- Kompetisi Tematik Budaya: Menggelar Lomba Pantun yang mengangkat tema persaudaraan dan kebudayaan Melayu.
- Permainan Ketangkasan Ringan: Mengadakan permainan interaktif seperti Lomba Gelinding Bola ke Gelas Target dan Games Estafet Gelas.
- Apresiasi Peserta: Menyediakan hadiah partisipasi seperti paket sembako, sepeda, perlengkapan elektronik (TWS dan power bank), hingga voucer makan di Livehouse Batam.
Pemanfaatan Fasilitas Pendukung Komunitas
Selain aktivitas fisik bersama, kegiatan di Batam dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana penunjang bagi lingkungan. Warga Tanjung Uma menerima 20 unit tempat sampah biru berkapasitas 60 liter serta pengeras suara portabel untuk mendukung kegiatan warga ke depan. Sementara itu, pihak Kelurahan Sungai Jodoh menerima dua unit kipas angin semprot embun berukuran 30 inci.
Lurah Sungai Jodoh, M Richo Tambusai, mengapresiasi kombinasi aktivitas olahraga berbasis kearifan lokal ini karena memberikan dampak kesehatan jasmani sekaligus menghadirkan fasilitas nyata bagi masyarakat sekitar.






