Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Internasional

Survei AP-NORC, Warga AS Nilai Kebijakan Imigrasi dan Ekonomi Trump Melampaui Batas

Togar SiregarDiterbitkan 3 Agu 2026 - 13.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Survei AP-NORC, Warga AS Nilai Kebijakan Imigrasi dan Ekonomi Trump Melampaui Batas
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Jajak pendapat terbaru memperlihatkan bahwa sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) menilai kebijakan Presiden Donald Trump telah melampaui batas kewajaran, terutama menyangkut penegakan imigrasi dan pengelolaan ekonomi nasional. Berdasarkan survei dari Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research yang dipublikasikan pada Minggu (2/8/2026), tingkat persetujuan publik terhadap sejumlah langkah sang presiden mengalami penyusutan jika dibandingkan dengan awal masa jabatan keduanya.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Dalam ranah imigrasi, survei tersebut mengungkapkan bahwa hanya 39% warga dewasa AS yang sepakat dengan cara Trump menangani isu tersebut. Angka persetujuan ini merosot dari 49% pada awal periode kedua kepemimpinannya. Sekitar separuh dari total responden berpandangan bahwa Trump telah bertindak terlalu jauh dalam upayanya membatasi imigrasi legal. Di samping itu, sebanyak 47% responden menganggap presiden telah melampaui batas kewenangannya saat mendeportasi imigran yang menetap secara ilegal. Dari kedua isu imigrasi ini, hanya sekitar tiga dari 10 responden yang menyebut kebijakan Trump sudah tepat, sementara dua dari 10 orang merasa langkah yang diambil justru belum cukup tegas.

Meski mengalami penurunan di tingkat nasional, sokongan dari basis pemilih Partai Republik terhadap kebijakan imigrasi Trump terbilang masih kokoh. Sekitar delapan dari 10 simpatisan Partai Republik menyatakan persetujuannya, walau angka ini sedikit memudar dari sebelumnya yakni sembilan dari 10 pemilih pada awal masa jabatan kedua. Di kalangan internal partai ini, hanya sekitar dua dari 10 responden atau bahkan kurang dari itu yang merasa Trump bertindak kelewatan dalam urusan deportasi maupun pembatasan imigrasi legal. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemilih Republik memang lebih dominan mendukung langkah imigrasi sang presiden ketimbang penanganannya terhadap masalah ekonomi atau konflik dengan Iran.

Baca Juga

IHSG Dibuka Menguat 0,21 Persen ke Level 6.248,98 pada Awal Pekan

IHSG Dibuka Menguat 0,21 Persen ke Level 6.248,98 pada Awal Pekan

Penolakan yang lebih tajam dari masyarakat luas justru mengemuka terkait metode penegakan hukum di lapangan. Mayoritas warga AS menilai Trump telah melewati batas ketika menggunakan pemeriksaan lalu lintas sebagai instrumen untuk melacak serta menangkap imigran ilegal. Praktik ini memicu sorotan tajam setelah terjadinya dua insiden penembakan yang melibatkan petugas US Immigration and Customs Enforcement (ICE) di negara bagian Maine. Selain itu, kebijakan pengiriman agen imigrasi federal ke berbagai kota di AS juga dianggap sebagai langkah yang berlebihan oleh mayoritas warga.

Beralih ke sektor ekonomi, kinerja pemerintah juga mendapat sorotan kritis. Hanya 32% warga dewasa AS yang memberikan penilaian positif terhadap cara Trump mengelola perekonomian, turun drastis dari 40% pada awal masa jabatannya yang kedua. Di kalangan pemilih Partai Republik, tingkat kepuasan terhadap kinerja ekonomi juga merosot dari 78% menjadi 69%. Secara keseluruhan, sekitar tujuh dari 10 warga AS melabeli kondisi ekonomi nasional saat ini sebagai sangat buruk atau cukup buruk. Kesenjangan pandangan politik terlihat jelas, di mana enam dari 10 pendukung Partai Republik memandang ekonomi dalam kondisi baik, berbanding terbalik dengan hanya dua dari 10 pemilih independen dan satu dari 10 pemilih Partai Demokrat yang berpandangan serupa.

Baca Juga

Partai Gabungan Yahudi-Arab A Place for Us All Resmi Masuk Bursa Pemilu Israel

Partai Gabungan Yahudi-Arab A Place for Us All Resmi Masuk Bursa Pemilu Israel

Ketidakpuasan publik turut merambah ranah kebijakan luar negeri dan sektor kesehatan. Persetujuan pemilih Republik terhadap keterlibatan AS dan Israel dalam perang melawan Iran mencatatkan sedikit penurunan dalam jajak pendapat AP-NORC selama satu bulan terakhir. Hal ini selaras dengan temuan survei Politico sebelumnya, yang membeberkan bahwa hanya sepertiga pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA) yang merasa beban ekonomi akibat perang dengan Iran sepadan dengan manfaatnya. Sementara di sektor kesehatan, hanya sekitar tiga dari 10 warga AS yang menyatakan puas dengan penanganan Trump. Kendati demikian, persetujuan dari kalangan Republikan untuk isu kesehatan justru menanjak menjadi 71%, naik dari 59% pada survei tahun sebelumnya.

Dinamika opini publik ini bergulir di tengah lanskap politik AS yang kian memanas jelang pemilu paruh waktu (midterm election). Partai Demokrat kini mulai memasuki fase krusial 100 hari sebelum hari pemungutan suara. Pada pekan lalu, para petinggi Partai Demokrat menegaskan bahwa mereka akan memusatkan amunisi kampanye pada isu-isu krusial seperti pemangkasan layanan kesehatan, lonjakan biaya hidup, serta rentetan dampak dari perang dengan Iran guna meraup simpati para pemilih.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatimigrasiEkonomiSurvei AP-NORCPartai Republik

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor MewahProyeksi Inflasi Juli 2026 Melambat, BPS Segera Rilis Data ResmiHarga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.610.000 per Gram, Berikut Rincian Aturan PajaknyaKebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan HilangRatusan Penumpang KM Mutiara Sentosa II Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Usai KebakaranPemerintah Usut Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan MaduraTransmart Full Day Sale 2 Agustus Tawarkan Diskon Sepeda hingga 60 PersenRupiah Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

Sosial

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap