Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Taiwan Percepat Strategi 'Neraka Drone' untuk Tangkal Potensi Invasi China

Uria KilaDiterbitkan 10 Agu 2026 - 01.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Taiwan Percepat Strategi 'Neraka Drone' untuk Tangkal Potensi Invasi China
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Taiwan kini tengah mempercepat pembangunan armada pesawat tanpa awak (drone) udara dan kapal nirawak sebagai langkah taktis untuk menghadapi potensi invasi dari China. Strategi pertahanan ini dirancang untuk menciptakan kondisi yang diistilahkan oleh militer Amerika Serikat (AS) sebagai "hellscape" atau medan perang neraka drone. Konsep pertahanan tersebut mengandalkan gelombang serangan drone yang dipadukan dengan rudal dan artileri guna mendeteksi serta menghancurkan pasukan musuh sebelum mereka berhasil menguasai wilayah daratan Taiwan.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Langkah taktis ini terinspirasi langsung dari pengalaman perang di Ukraina, yang membuktikan bahwa teknologi nirawak dapat menjadi penentu dalam pertempuran asimetris. Selama dua tahun terakhir, militer Taiwan telah mengintegrasikan kemampuan drone serta sistem penangkalnya ke dalam Han Kuang, latihan militer tahunan yang berlangsung selama 10 hari. Dalam latihan tersebut, pasukan Taiwan mempraktikkan simulasi pengintaian udara dan taktik untuk melumpuhkan armada drone milik lawan secara efektif.

Kendati ambisius, upaya ini dihadapkan pada sejumlah tantangan awal yang cukup besar. Direktur Jenderal Perencanaan Strategis Kementerian Pertahanan Taiwan, Letnan Jenderal Huang Wen-chi, mengakui bahwa langkah negaranya dalam mengembangkan teknologi ini dimulai agak terlambat. Ia menjelaskan bahwa pada masa-masa awal, militer Taiwan harus melakukan berbagai uji coba sambil berjalan demi menemukan sistem yang andal. Selain masalah keterlambatan start, Taiwan kini juga berupaya keras membangun rantai pasok drone domestik secara mandiri agar tidak bergantung pada pihak luar saat terjadi blokade wilayah.

Baca Juga

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Kebutuhan akan armada nirawak ini dinilai sudah sangat mendesak demi menjaga kedaulatan wilayah. Ketua Asosiasi Industri Drone Nasional Taiwan, Max Lo, menekankan bahwa demi kelangsungan hidup dan pertahanan nasionalnya, Taiwan sangat membutuhkan drone-drone tersebut. Pemerintah Taiwan sendiri menargetkan untuk memiliki lebih dari 210.000 drone udara dan laut untuk mendukung berbagai tahap konflik. Di sektor industri, Taiwan mematok target produksi yang agresif, yakni mencapai 100.000 drone per bulan pada tahun 2030, dengan sekitar separuh dari hasil produksi tersebut ditujukan untuk komoditas ekspor.

Keseriusan ini juga tecermin dari usulan anggaran pertahanan yang tengah digodok. Pemerintah Taiwan mengusulkan anggaran sekitar US$6,5 miliard atau setara Rp115,7 triliun untuk jangka waktu lima tahun khusus untuk pengadaan drone. Sementara itu, pihak oposisi mengajukan usulan anggaran alternatif yang lebih besar, yakni mencapai US$7,4 miliar atau sekitar Rp131,7 triliun untuk jangka waktu enam tahun. Pertumbuhan industri ini pun mulai menunjukkan tren positif, di mana pada kuartal pertama tahun 2026, nilai ekspor drone Taiwan tercatat mencapai US$115 juta atau sekitar Rp2,05 triliun, angka yang berhasil melampaui total ekspor sepanjang tahun 2025.

Baca Juga

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

Di sisi lain, kesiapan militer Taiwan tidak hanya bergantung pada ketersediaan unit drone di lapangan. Mick Ryan, pensiunan mayor jenderal Australia yang kini menjadi peneliti senior di Lowy Institute, mengingatkan bahwa Taiwan harus melakukan penyesuaian besar pada organisasi, pelatihan, dan doktrin militernya. Penyesuaian ini penting agar pasukan di lapangan mampu mengoperasikan kawanan drone secara terkoordinasi dan membagikan data medan perang secara instan. Terlebih lagi, Beijing juga tidak tinggal diam dan terus mengembangkan pesawat serta kapal tanpa awak, sekaligus teknologi canggih untuk mendeteksi dan menghancurkan drone pertahanan Taiwan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ChinaDroneTaiwan

Berita Terbaru Lainnya

Mekanisme Pemilihan dan Kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPanen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El NinoBP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program StreamliningKebakaran Hanguskan 96 Kios di Pasar Jagong Jeget Aceh TengahProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanKebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Publik Diminta Tunggu Hasil Investigasi Resmi KNKTBrimob Polda Metro Jaya Bantu Tangani Kebakaran Gudang di Kosambi TangerangPenemuan Kuburan Bayi Laki-laki di Pekarangan Rumah Warga Mojokerto

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026