Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Pertanian

Tantangan dan Tiga Pendekatan Kementan Turunkan Kadar Nikotin Tembakau

Yolanda TobanDiterbitkan 28 Jul 2026 - 01.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tantangan dan Tiga Pendekatan Kementan Turunkan Kadar Nikotin Tembakau
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa upaya untuk menurunkan kadar nikotin pada tanaman tembakau hingga berada di bawah satu persen merupakan tantangan biologis terbesar yang dihadapi oleh sektor pertanian Indonesia saat ini. Tantangan mendasar ini muncul karena kondisi alami dari komoditas tembakau yang ada di dalam negeri. Hingga saat ini, belum ada satu pun varietas lokal murni Indonesia yang tercatat memiliki kadar nikotin di bawah ambang batas satu persen tersebut.

Secara alami, mayoritas tembakau rajangan serta bahan baku kretek dari berbagai daerah penghasil utama di Indonesia memiliki kandungan nikotin yang tergolong tinggi. Varietas-varietas yang berasal dari daerah seperti Temanggung, Boyolali, maupun Garut diketahui memiliki kadar nikotin alami yang berkisar antara tiga hingga delapan persen. Kenyataan biologis ini membuat pengembangan varietas baru yang berkadar nikotin rendah membutuhkan penanganan ilmiah yang sangat serius dan terukur.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Ketua Kelompok Tanaman Semusim Direktorat Tanaman Semusim Kementerian Pertanian, Yudi Wahyudi, menjelaskan bahwa pengubahan tanaman tembakau secara agronomis dan ilmiah untuk mencapai tingkat nikotin yang ekstrem dapat dilakukan melalui tiga jalur utama. Dalam keterangannya pada Senin, 27 Juli 2028, Yudi menegaskan bahwa ketiga pendekatan tersebut membutuhkan proses ilmiah serta tahapan agronomis yang panjang. Oleh karena itu, metode-metode ini tidak dapat menghasilkan varietas baru dalam waktu yang singkat.

Baca Juga

Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026, Pertama Kali Lampaui Rp 1.000 Triliun

Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026, Pertama Kali Lampaui Rp 1.000 Triliun

Pendekatan pertama yang dapat ditempuh adalah melalui pemuliaan atau persilangan konvensional (breeding). Langkah ini dilakukan dengan cara mengawinkan varietas lokal unggul yang diketahui memiliki karakter fisik kuat dengan varietas asal luar negeri yang secara genetik sudah memiliki kadar nikotin sangat rendah. Namun, proses pemuliaan ini memerlukan waktu yang panjang karena membutuhkan puluhan generasi persilangan. Jumlah generasi yang banyak ini wajib dilalui agar sifat rendah nikotin pada tanaman baru dapat benar-benar stabil, sekaligus tanpa mengurangi daya tahan tanaman terhadap serangan hama maupun kemampuan beradaptasinya di lahan tropis.

Jalur atau pendekatan kedua dilakukan dengan memanfaatkan rekayasa genetika modern, yaitu melalui teknologi gene editing CRISPR. Dalam metode bioteknologi ini, tindakan difokuskan pada bagian akar tanaman yang menjadi tempat diproduksinya nikotin sebelum senyawa tersebut dialirkan menuju daun. Para ilmuwan melakukan penonaktifan terhadap gen pembentuk enzim spesifik yang berada di akar tanaman tembakau tersebut, sehingga produksi nikotin dapat dihentikan atau dikurangi sejak dari akar.

Baca Juga

Perkuat Pasar B2B, PT SiCepat Ekspres Indonesia Resmi Luncurkan SiCepat Logistik

Perkuat Pasar B2B, PT SiCepat Ekspres Indonesia Resmi Luncurkan SiCepat Logistik

Adapun pendekatan ketiga tidak melibatkan pengubahan genetik, melainkan melalui modifikasi teknik budidaya atau agronomi secara langsung di lahan pertanian. Untuk menekan akumulasi kadar nikotin pada daun tembakau, petani dapat menerapkan beberapa langkah teknis. Langkah-langkah agronomi tersebut meliputi pengurangan penggunaan pupuk nitrogen, tidak melakukan tindakan pemangkasan pucuk tanaman (topping), serta senantiasa menjaga kecukupan air selama masa perawatan tanaman.

Meskipun ketiga jalur ilmiah dan agronomis tersebut dapat dilakukan, Kementan mengingatkan bahwa keberhasilan menghasilkan varietas rendah nikotin belum menjamin tanaman tersebut dapat langsung diterapkan di seluruh daerah. Menurut Yudi, karakter tanaman tembakau sangat dipengaruhi oleh faktor terroir, yakni kombinasi antara kesesuaian tanah, ketinggian lahan, cuaca, dan mikroklimat. Selain faktor kesesuaian alam dan lingkungan, penerapan varietas baru juga sangat bergantung pada keputusan petani. Para petani di lapangan akan mempertimbangkan dengan matang nilai ekonomi serta kepastian pasar sebelum mereka memutuskan untuk beralih menanam varietas baru tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian Pertaniantembakaunikotinrekayasa genetikapetani tembakau

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap