Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa upaya untuk menurunkan kadar nikotin pada tanaman tembakau hingga berada di bawah satu persen merupakan tantangan biologis terbesar yang dihadapi oleh sektor pertanian Indonesia saat ini. Tantangan mendasar ini muncul karena kondisi alami dari komoditas tembakau yang ada di dalam negeri. Hingga saat ini, belum ada satu pun varietas lokal murni Indonesia yang tercatat memiliki kadar nikotin di bawah ambang batas satu persen tersebut.
Secara alami, mayoritas tembakau rajangan serta bahan baku kretek dari berbagai daerah penghasil utama di Indonesia memiliki kandungan nikotin yang tergolong tinggi. Varietas-varietas yang berasal dari daerah seperti Temanggung, Boyolali, maupun Garut diketahui memiliki kadar nikotin alami yang berkisar antara tiga hingga delapan persen. Kenyataan biologis ini membuat pengembangan varietas baru yang berkadar nikotin rendah membutuhkan penanganan ilmiah yang sangat serius dan terukur.








