Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan perputaran ekonomi dari gelaran MotoGP Mandalika tahun 2026 dapat mencapai angka Rp 5 triliun. Ajang balap motor bertaraf internasional tersebut dijadwalkan akan digelar pada tanggal 9 hingga 11 Oktober di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan optimisme terkait target tersebut secara langsung kepada publik. Pernyataan mengenai proyeksi perputaran uang ini diungkapkan oleh Dony Oskaria dalam sebuah unggahan resmi di akun Instagram @bumn_id pada hari Kamis, 30 Juli 2026.
Dony Oskaria menilai bahwa target perputaran uang sebesar Rp 5 triliun tersebut merupakan angka yang sangat memungkinkan untuk dicapai pada perhelatan tahun ini. Keyakinan ini didasari oleh fakta bahwa penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 akan didukung penuh oleh ekosistem Danantara. Tahun 2026 ini menjadi momentum yang sangat penting karena merupakan tahun pertama penyelenggaraan ajang balap bergengsi MotoGP berada di bawah naungan pengelolaan Danantara. Dengan kehadiran ekosistem Danantara, pihak pengelola memiliki ekspektasi yang lebih tinggi agar penyelenggaraan acara ini bisa didukung secara maksimal dari berbagai aspek strategis.
Dalam upaya mewujudkan target yang telah ditetapkan, Danantara juga akan melibatkan sinergi lintas perusahaan BUMN secara intensif. Langkah strategis berupa kolaborasi antar entitas negara ini diambil untuk memberikan dukungan penuh kepada Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan InJourney yang bertindak selaku pihak penyelenggara utama acara. Sinergi lintas BUMN tersebut diproyeksikan mampu memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari persiapan infrastruktur hingga pelaksanaan di lapangan, dapat berjalan sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan oleh dunia internasional.
Pria 36 Tahun Jadi Miliarder Berkat Bisnis Robot Humanoid, Kekayaan Tembus Rp 151 Triliun

Proyeksi target ekonomi yang tinggi pada tahun 2026 ini juga didasarkan pada pencapaian gemilang yang berhasil dicatatkan pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Berdasarkan data historis dari gelaran MotoGP Mandalika tahun 2025, ajang balap tersebut berhasil mencatatkan efek berganda atau multiplier effect yang nilainya mencapai Rp 4,96 triliun. Dampak ekonomi yang sangat signifikan ini turut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan, yang terbukti dengan terserapnya lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal. Selain itu, ajang ini juga sukses melibatkan partisipasi aktif dari 600 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tidak hanya berdampak besar pada perputaran uang dan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri, MotoGP Mandalika juga memberikan nilai promosi yang luar biasa bagi Indonesia. Pada pelaksanaan tahun 2025, ajang balap ini berhasil menghasilkan Advertising Value Equivalent senilai € 361,6 juta. Jangkauan promosinya pun sangat luas karena mampu menembus lebih dari 200 negara di seluruh penjuru dunia. Dari sisi demografi penonton yang hadir, tercatat sebanyak 84 persen audiens berasal dari dalam negeri, sementara 16 persen sisanya merupakan wisatawan mancanegara.
Besok Serbu Transmart Full Day Sale! Pesta Diskon Meriah 50% + 20%

Meskipun didukung oleh ekosistem yang solid dan catatan kesuksesan di tahun 2025, Dony Oskaria mengingatkan bahwa tidak ada hal instan untuk menghasilkan sesuatu yang besar. Ia menekankan bahwa ada pekerjaan rumah yang cukup besar dan banyak bagi rekan-rekan panitia, khususnya di ITDC serta Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Persiapan yang sangat detail dan komprehensif sangat dibutuhkan sejak jauh hari. Hal ini bertujuan agar gelaran MotoGP Mandalika pada bulan Oktober mendatang dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak maksimal bagi seluruh pihak yang terlibat.






