Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Pendiri Yayasan Harapan Ibu Mengaku Sedih

Marthen PalutunganDiterbitkan 10 Agu 2026 - 04.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Pendiri Yayasan Harapan Ibu Mengaku Sedih
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Bagaimana mungkin sebuah institusi pendidikan yang dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa justru menjadi tempat penyimpanan ratusan senjata api dan barang-barang terlarang? Pertanyaan mendasar ini kini tengah menjadi sorotan publik setelah terungkapnya kasus penemuan barang-barang ilegal di lingkungan sekolah. Tidak tanggung-tanggung, aparat menemukan sebanyak 996 senjata api, yang di antaranya termasuk jenis airsoft gun, zat narkoba, hingga rekaman konten pornografi. Semua barang tersebut ditemukan tersimpan di dalam ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan ketua yayasan.

Penemuan mengejutkan ini terjadi di lingkungan Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang, Jakarta Selatan

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
. Kabar ini langsung memicu keprihatinan mendalam, terutama dari salah satu tokoh kunci yang membidani lahirnya lembaga pendidikan tersebut. Yan Sofyan Syafe'i, salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang, mengaku sangat sedih dan terpukul atas adanya temuan ratusan senjata api di sekolah yang ia bangun.

Kepada para wartawan yang menemuinya pada Minggu, 9 Agustus 2026, pria yang akrab dipanggil Pak Yan ini tidak dapat menyembunyikan rasa kekecewaannya. Bagi Pak Yan, keberadaan senjata api, narkoba, dan konten pornografi di lingkungan sekolah benar-benar bertolak belakang dengan nilai-nilai moral yang melandasi pendirian yayasan tersebut puluhan tahun silam.

Baca Juga

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Jika menilik sejarahnya, pendirian sekolah di bawah naungan Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang ini memiliki latar belakang yang sangat religius. Pak Yan menceritakan bahwa awal mula pendirian sekolah tersebut sebenarnya berawal dari kegiatan pengajian. Pada masa lalu, Pak Yan aktif berguru kepada Ustaz Mawardi Labay. Dari interaksi keagamaan dan proses belajar mengaji itulah, muncul gagasan mulia untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan formal demi memberikan akses belajar bagi masyarakat luas.

Namun, mendirikan sebuah sekolah bukanlah perkara mudah karena membutuhkan dana serta modal yang cukup besar. Guna mencari jalan keluar atas kebutuhan dana tersebut, para pendiri yayasan memutuskan untuk menemui Adam Malik. Pada saat pertemuan itu berlangsung, Adam Malik tengah mengemban amanah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Adam Malik memberikan arahan strategis kepada para pendiri. Beliau mengarahkan agar tanah milik mereka yang terletak di kawasan Kebayoran, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah.

Dengan dukungan tersebut, sekolah akhirnya resmi berdiri tegak. Visi dan misi yang diusung sejak awal sangat jelas dan mulia, yaitu untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Upaya keras para pendiri pun membuahkan hasil manis selama bertahun-tahun. Sekolah ini tumbuh menjadi salah satu institusi pendidikan yang diminati masyarakat, bahkan jumlah siswanya sempat mencapai angka sekitar 2.500 orang pada masa jayanya.

Baca Juga

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

Kendati demikian, dinamika dunia pendidikan terus berubah. Seiring dengan berdirinya berbagai sekolah baru di wilayah sekitarnya, persaingan pun tidak terhindarkan. Hal ini berdampak langsung pada penurunan jumlah siswa secara bertahap. Hingga saat ini, jumlah siswa yang aktif belajar di sekolah tersebut tercatat tersisa sekitar 500 orang saja.

Di tengah penurunan jumlah siswa tersebut, sekolah kini harus menghadapi ujian berat berupa temuan barang-barang terlarang di ruang mantan ketua yayasan. Temuan 996 pucuk senjata api beserta airsoft gun, narkoba, dan rekaman pornografi ini seolah menodai sejarah panjang sekolah yang dirintis dari sebuah pengajian sederhana. Bagi Pak Yan dan para pendiri lainnya, kejadian ini menjadi catatan kelam yang sangat menyedihkan di tengah perjuangan mereka menjaga marwah pendidikan nasional.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

jakarta selatanSenjata Api

Berita Terbaru Lainnya

Mekanisme Pemilihan dan Kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPanen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El NinoBP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program StreamliningKebakaran Hanguskan 96 Kios di Pasar Jagong Jeget Aceh TengahProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanKebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Publik Diminta Tunggu Hasil Investigasi Resmi KNKTBrimob Polda Metro Jaya Bantu Tangani Kebakaran Gudang di Kosambi TangerangPenemuan Kuburan Bayi Laki-laki di Pekarangan Rumah Warga Mojokerto

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026