Tokoh utama gerakan kebebasan perempuan di Amerika Serikat, Gloria Steinem, meninggal dunia pada usia 92 tahun. Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh pihak yayasan miliknya melalui unggahan di media sosial Instagram. Steinem mengembuskan napas terakhir dengan tenang di kediamannya di New York City pada hari Rabu, dikelilingi oleh keluarga serta orang-orang terdekatnya.
Perjalanan hidup aktivis kelahiran Toledo, Ohio, pada 25 Maret 1934 ini melalui berbagai fase berat sejak dini. Steinem melewati masa kecil yang sulit hingga baru dapat mengenyam pendidikan sekolah penuh waktu saat menginjak usia 12 tahun. Usai merampungkan pendidikan tingginya pada akhir dekade 1950-an, ia bertolak ke India melalui beasiswa penelitian dan menghabiskan dua tahun mendampingi perempuan di pedesaan mengorganisasi aksi unjuk rasa tanpa kekerasan terhadap kebijakan pemerintah.
Kiprahnya di ranah publik semakin mencuat ketika ia kembali ke New York pada awal 1960-an untuk berkarier sebagai jurnalis lepas. Nama Steinem menarik perhatian luas setelah memublikasikan laporan investigasi mengenai kondisi kerja para pekerja Playboy Bunny. Karier kepenulisannya berlanjut sebagai kolumnis di New York Magazine, hingga ia turut mendirikan Women's Action Alliance lebih dari setengah abad lalu untuk melawan seksisme, serta memprakarsai majalah perintis Ms. pada 1972 yang konsisten mengangkat isu perempuan di luar topik domestik dan kecantikan.
Preview Nottingham Forest vs Tottenham, Ujian Konsistensi di City Ground

Sepanjang dekade 1970-an, Steinem berada di garda depan dalam mengadvokasi kesetaraan upah, hak-hak reproduksi, serta legalisasi pernikahan sesama jenis. Ia juga menyuarakan penentangan tegas terhadap hukuman mati dan praktik pemotongan kelamin perempuan. Dedikasi advokasinya selama puluhan tahun mendapat pengakuan kenegaraan saat Presiden Barack Obama menganugerahkannya Presidential Medal of Freedom pada 2013, penghargaan sipil tertinggi di Amerika Serikat.
Di luar arena aktivisme, Steinem sempat bertahun-tahun menolak institusi pernikahan sebelum akhirnya menikah dengan pengusaha David Bale, ayah dari aktor Christian Bale, pada tahun 2000. Saat ditanya mengenai keputusannya tersebut, ia menegaskan bahwa prinsipnya tidak berubah, melainkan konsep pernikahan itu sendiri yang telah mengalami pergeseran.
Reuni Manis Ernest Nuamah dan Kemenangan Telak Lyon atas Auxerre di Ligue 1

Kepergian Steinem menuai ungkapan duka dari berbagai tokoh internasional. Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengenang Steinem sebagai sosok arsitek kesetaraan yang selalu didorong oleh rasa optimisme. Sementara itu, Meghan Markle turut mengenang Steinem sebagai sosok sahabat sekaligus mentor berharga yang membagikan bimbingan dengan kehangatan dan kecerdasan luar biasa.






