Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Politik

Trump Teken Perintah Eksekutif Baru Batasi Kewarganegaraan Anak Warga Asing

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 7 Agu 2026 - 12.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Trump Teken Perintah Eksekutif Baru Batasi Kewarganegaraan Anak Warga Asing
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengambil langkah untuk membatasi kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran dengan menandatangani dua perintah eksekutif baru pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk mempersempit akses kewarganegaraan otomatis bagi anak-anak yang lahir di Amerika Serikat dari orang tua asing. Langkah ini diambil meskipun Mahkamah Agung Amerika Serikat sebelumnya telah menolak upaya serupa yang diajukan oleh Trump.

Keputusan Trump mengeluarkan perintah eksekutif ini menjadi upaya terbarunya dalam membatasi hak kewarganegaraan otomatis atau birthright citizenship. Sebelum kebijakan ini diteken, Trump sempat mengalami kemunduran di Mahkamah Agung pada 30 Juni lalu. Mahkamah Agung menyatakan bahwa upaya pembatasan terdahulu bertentangan dengan Konstitusi Amerika Serikat. Setelah putusan tersebut, Trump sempat meminta Kongres untuk mengambil tindakan, namun akhirnya ia memilih untuk mengeluarkan perintah eksekutif baru. Perintah eksekutif dapat menetapkan kebijakan pemerintah, tetapi tidak memiliki kekuatan hukum mengikat seperti undang-undang.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Pemerintahan Trump berpendapat bahwa arahan baru ini tidak melanggar batasan yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Agung. Salah satu target utama dari aturan baru ini adalah praktik birth tourism, yakni ketika perempuan asing yang hamil bepergian ke Amerika Serikat untuk melahirkan agar anak mereka memperoleh kewarganegaraan secara otomatis. Penasihat Gedung Putih, Stephen Miller, menegaskan larangan tersebut dengan menyatakan, "Praktik birth tourism itu, sejak penandatanganan perintah ini, dengan ini dilarang."

Baca Juga

Rincian Ketentuan Iuran dan Denda BPJS Kesehatan Sesuai Peraturan Pemerintah

Rincian Ketentuan Iuran dan Denda BPJS Kesehatan Sesuai Peraturan Pemerintah

Hingga saat ini, tidak ada undang-undang Amerika Serikat yang secara langsung melarang praktik birth tourism. Regulasi federal yang diterapkan pada tahun 2020 melarang penggunaan visa turis dan bisnis sementara jika tujuan utamanya adalah memperoleh kewarganegaraan Amerika Serikat bagi bayi yang akan dilahirkan. Selain menyasar birth tourism, dua perintah eksekutif tersebut juga mempersempit hak kewarganegaraan bagi anak-anak dari pegawai pemerintah asing yang berada di Amerika Serikat, serta anak-anak dari individu yang diklasifikasikan sebagai musuh asing.

Langkah baru dari Trump ini dipastikan akan menghadapi gugatan hukum. Selama puluhan tahun, Amendemen ke-14 Konstitusi Amerika Serikat ditafsirkan menjamin kewarganegaraan bagi siapa saja yang lahir di wilayah negara tersebut, dengan pengecualian yang sangat terbatas. Namun, Trump berargumen bahwa ketentuan itu dibuat dalam konteks yang berbeda. Trump menyatakan, "Ini dibuat untuk alasan yang berbeda. Ini dibuat tepat setelah Perang Saudara. Ini dibuat untuk bayi-bayi budak..."

Baca Juga

FAA Wajibkan Inspeksi Ratusan Pesawat Boeing 737 Max Terkait Retakan Badan Pesawat

FAA Wajibkan Inspeksi Ratusan Pesawat Boeing 737 Max Terkait Retakan Badan Pesawat

Pandangan tersebut berbeda dengan penegasan Ketua Mahkamah Agung John Roberts. Dalam putusan sebelumnya, Roberts menyatakan bahwa para penyusun Amendemen ke-14 memang memperluas jaminan kewarganegaraan tersebut kepada setiap orang bebas yang lahir di wilayah Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika Serikat belum memiliki data resmi mengenai jumlah pasti warga asing yang datang secara khusus untuk melahirkan, maupun angka resmi mengenai biaya yang ditanggung pembayar pajak akibat praktik tersebut. Berdasarkan analisis Center for Immigration Studies pada tahun 2020, sekitar 20.000 hingga 25.000 ibu datang ke Amerika Serikat untuk tujuan birth tourism dalam periode satu tahun antara 2016 hingga 2017. Sebagai perbandingan, terdapat sekitar 3,6 juta kelahiran di Amerika Serikat sepanjang tahun 2025.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika Serikatkebijakan imigrasiMahkamah Agung AS

Berita Terbaru Lainnya

Hasan Nasbi Bicara Program Makan Bergizi Gratis dan Dunia SimulakraPerampokan Bersenjata Tajam di Cibitung, Uang Rp 30 Juta Milik Nasabah RaibTemuan Nyaris Seribu Senjata dan Narkoba di Sekolah Swasta Pondok PinangSatelit Lampung-1 Diluncurkan dari China, BRIN Pastikan Keamanan DataMentan Pastikan Stok Pangan Aman Meski 30 Ribu Hektare Lahan Terdampak KekeringanTransaksi QRIS Tumbuh 100 Persen, Jalin dan BACenter Bersinergi Perkuat Sistem Pembayaran NasionalMitsubishi Fuso Perkuat Standar Karoseri demi Tingkatkan Keselamatan Kendaraan NiagaRincian Ketentuan Iuran dan Denda BPJS Kesehatan Sesuai Peraturan Pemerintah

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap