Berita Viral Terkini

Untung Rugi Memiliki Banyak Rekening untuk Mengatur Keuangan

Wahyu SuryaniPublished 26 Jul 2026 - 18.081 Reads
Bagikan WhatsAppX
Untung Rugi Memiliki Banyak Rekening untuk Mengatur Keuangan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Di era digital saat ini, membuka rekening bank baru semudah menggerakkan ujung jari di layar ponsel. Kehadiran bank digital dan dompet elektronik memicu tren baru di masyarakat, yaitu memiliki banyak rekening untuk berbagai keperluan. Fenomena ini sering kali dianggap sebagai jurus jitu untuk merapikan arus kas, mulai dari memisahkan uang jajan, dana darurat, hingga pos investasi. Namun, apakah strategi memecah tabungan ini benar-benar efektif membuat kita lebih disiplin secara finansial?

Perencana Keuangan dari Oneshildt, Budi Rahardjo, melihat fenomena ini sebagai bentuk modern dari metode pengelolaan keuangan klasik. Menurutnya, membagi uang ke dalam beberapa rekening digital sebenarnya tidak jauh berbeda dengan metode amplop fisik yang dulu sering digunakan dalam rumah tangga. Dengan memisahkan dana ke dalam wadah-wadah virtual ini, seseorang dapat memastikan bahwa setiap rupiah digunakan sesuai dengan rencana awal. Langkah ini mempermudah pemantauan uang masuk dan keluar sekaligus melacak target tabungan yang ingin dicapai.

Also Read

Koreksi Harga Emas Antam Menjadi Peluang Baru bagi Investor

Meski terdengar ideal, efektivitas metode ini sangat bergantung pada kepribadian masing-masing individu. Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE), Andi Nugroho, menekankan bahwa memisahkan rekening hanyalah alat bantu. Pada akhirnya, tingkat kedisiplinan kembali kepada komitmen pribadi. Ada orang yang tetap bisa mengelola keuangannya dengan sangat rapi hanya dengan satu rekening tunggal. Sebaliknya, ada pula yang tetap boros meskipun sudah membagi uangnya ke belasan rekening berbeda karena tidak konsisten menjaga batas pengeluaran.

Satu hal yang kerap luput dari perhatian adalah potensi kebocoran halus akibat biaya administrasi. Andi memperingatkan bahwa jika rekening-rekening tersebut tersebar di beberapa bank yang berbeda, biaya bulanan dan biaya transfer antarbank bisa menumpuk tanpa disadari. Risiko ini bisa ditekan jika seluruh rekening berada di bawah satu payung perbankan yang sama. Senada dengan itu, Budi menyarankan agar masyarakat tidak berlebihan dalam membuka rekening. Memiliki dua hingga tiga rekening, atau maksimal empat untuk kebutuhan jangka pendek tertentu, dinilai sudah cukup efisien tanpa membebani keuangan dengan biaya administrasi yang tidak perlu.

Also Read

Melihat Harapan Baru Anak-Anak Wae Moto Lewat Program PNM Peduli

Pada akhirnya, jumlah rekening yang ideal harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata dan kenyamanan pribadi. Bagi seorang karyawan yang juga menjalankan bisnis sampingan, memisahkan rekening gaji, operasional usaha, dan tabungan pribadi tentu sangat membantu pencatatan agar tidak bercampur aduk. Namun, bagi mereka yang sudah memiliki disiplin tinggi, kesederhanaan satu rekening mungkin justru lebih menenangkan. Kunci pengelolaan keuangan yang rapi bukan terletak pada seberapa banyak kartu di dalam dompet kita, melainkan pada ketegasan kita dalam mematuhi rencana anggaran yang telah dibuat.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca