Harga minyak mentah dunia kembali melonjak hingga menembus level US$100 per barel pada perdagangan Rabu (9/9). Angka tersebut menjadi capaian tertinggi bagi komoditas energi global sejak Juli 2026, terdorong oleh eskalasi ketegangan militer di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan jangka panjang.
Dalam perdagangan awal, minyak mentah acuan Brent tercatat menguat 2,3 persen hingga menyentuh US$100 per barel, menandai kali pertama kontrak ini kembali ke level tiga digit sejak Juli. Pada saat yang sama, minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), melesat 1,3 persen ke kisaran US$94 per barel. Sepanjang tahun ini, reli harga Brent dan WTI telah menembus lebih dari 60 persen, memicu potensi lonjakan biaya energi di berbagai negara konsumen.
Breaking! Rupiah Menguat 0,65%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.510

Eskalasi Militer AS-Iran dan Tekanan di Jalur Pasokan
Lonjakan harga minyak sepanjang September ini dipicu oleh memanasnya konfrontasi langsung antara kekuatan militer Amerika Serikat dan Iran, di samping rangkaian serangan yang dilancarkan kelompok Houthi. Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) mengonfirmasi pasukannya telah menyerang empat kapal tanker minyak Iran di Teluk Oman serta satu kapal lainnya di dekat Pulau Kharg.
CENTCOM menyatakan operasi militer tersebut dilancarkan sebagai respons balasan atas upaya serangan rudal balistik yang menargetkan kapal perang Angkatan Laut AS. Penargetan area di sekitar Pulau Kharg menjadi sorotan tajam pasar energi internasional mengingat pulau di Teluk Persia tersebut berfungsi sebagai salah satu hub vital bagi arus ekspor minyak mentah Iran.
Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ini Biaya yang Bikin Maskapai Boncos

Pelaku pasar dan investor kini memantau ketat stabilitas lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur maritim strategis tersebut memegang peran krusial dalam distribusi energi dunia, sehingga potensi hambatan atau pembalasan lanjutan di kawasan tersebut diyakini dapat langsung menekan ketersediaan suplai minyak global.






