Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, masih belum padam hingga memasuki hari ketiga, Rabu (9/9/2026). Puluhan personel gabungan masih terus berupaya memadamkan titik api yang masih menyala di sisi utara gunungan sampah.
Peristiwa kebakaran ini bermula dari api di lahan warga pada Senin (7/9) sore. Kobaran api kemudian merambat hingga membakar tumpukan sampah TPA pada malam harinya.
Faktor Cuaca hingga Pasokan Air Jadi Kendala
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin yang meninjau langsung ke lokasi kejadian menjelaskan sejumlah hambatan utama dalam proses pemadaman. Faktor cuaca kering dan embusan angin kencang membuat titik api yang sempat padam sangat mudah menyala kembali.
Api Kebakaran Lahan Menjalar ke TPA Galuga, Lebih 42 Ha Terbakar

Selain faktor cuaca, petugas pemadam dan relawan di lapangan juga menghadapi keterbatasan pasokan air serta jarak pandang yang minim akibat kepulan asap tebal. Kondisi ini menuntut operator alat berat bekerja ekstra hati-hati.
Kontur tumpukan sampah yang berbukit turut meningkatkan risiko keselamatan petugas, mengingat adanya potensi rongga kosong di bawah tumpukan yang rawan memicu longsor saat dilalui alat berat.
Polisi Ungkap Alasan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Lewat Jalur Udara

Metode Penanganan dan Kolaborasi Dua Daerah
Untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area pembuangan lainnya, tim gabungan menerapkan metode pembuatan lerengan untuk melokalisasi titik api. Selain penyemprotan air, petugas juga mengoperasikan alat berat seperti beko dan truk jungkit (dump truck) untuk membolak-balikkan timbunan sampah yang terbakar.
TPA Galuga sendiri menampung pembuangan sampah dari wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, dengan lahan yang dimiliki oleh kedua pemerintah daerah tersebut. Saat ini, jajaran Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor terus berkolaborasi bersama relawan guna mempercepat pemadaman total di lokasi.






