Mayoritas harga komoditas global bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (15/9). Dua komoditas unggulan, yaitu timah dan crude palm oil (CPO), berhasil mencatatkan penguatan harga. Sebaliknya, komoditas sektor energi dan tambang seperti batu bara dan nikel justru menghadapi tekanan penurunan.
Berdasarkan data London Metal Exchange (LME) pada penutupan Selasa (15/9), harga timah naik 0,17 persen menjadi USD 51.966 per ton. Tren positif juga dialami komoditas minyak kelapa sawit mentah, dengan data Trading Economics mencatat harga CPO naik 0,70 persen ke posisi MYR 4.884 per ton.
Kebakaran Gudang Kembang Api di Denpasar, Meledak Saat Dirakit, 2 Luka Bakar

Penurunan Harga Batu Bara dan Nikel
Kondisi berbeda terjadi pada pasar batu bara dan nikel yang terkoreksi pada sesi penutupan yang sama. Data ICE Newcastle menunjukkan harga batu bara untuk pengiriman Oktober 2026 turun 1,45 persen menjadi USD 146,40 per ton.
Tekanan penurunan juga melanda komoditas nikel. Di bursa LME, harga nikel anjlok 2,19 persen dan ditutup di level USD 15.977 per ton pada Selasa (15/9).
Thailand Siapkan Pajak untuk EV Impor, Lindungi Produksi dan Industri Lokal

Di Indonesia, aktivitas industri terkait komoditas tersebut tersebar di sejumlah daerah. Fasilitas pabrik minyak kelapa sawit milik PT Karya Tanah Subur (KTS) beroperasi di Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, sedangkan kegiatan penambangan nikel dijalankan oleh PT Vale Indonesia di kawasan Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.






