Sebanyak 70 persen titik api atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Juli berada di dalam kawasan konsesi perusahaan. Temuan ini diungkapkan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) berdasarkan hasil analisis pemetaan yang dilakukan sejak 1 Januari hingga 27 Juli 2026. Dalam pemetaan tersebut, teridentifikasi total 118.420 titik api di seluruh wilayah Indonesia dengan perkiraan luas indikatif areal karhutla mencapai 107.649 hektar.
Pulau Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh karhutla selama periode tersebut. Secara keseluruhan, pulau ini mencatat 34.262 titik api dengan luas indikatif kebakaran mencapai 33.837 hektar. Dari jumlah tersebut, Walhi menemukan bahwa sebanyak 25.524 titik api atau sekitar 74 persen di antaranya berada di dalam wilayah konsesi perusahaan. Secara lebih rinci, sebaran titik api di Kalimantan ini meliputi 10.739 titik di lahan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit, 7.880 titik di konsesi pertambangan, serta 6.905 titik di konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).








