Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan anjlok hingga masuk kategori berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga di kawasan terdampak diminta mengurangi aktivitas luar ruang seiring dorongan penanganan titik api yang lebih terpadu di lapangan.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono meminta pemerintah daerah segera membangun sekat kanal di wilayah-wilayah rawan karhutla. Langkah intervensi ini dinilai krusial agar upaya pemadaman dapat bekerja lebih efektif sekaligus menghentikan api menjalar lebih luas di lapisan bawah tanah.
Diaz menjelaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) merekomendasikan pemadaman tidak hanya mengandalkan operasi udara atau modifikasi cuaca. Menurutnya, pemadaman melalui water bombing, pembuatan sumur bom, serta OMC perlu dibarengi dengan pembangunan sekat kanal, terutama pada area gambut yang memiliki Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) di bawah 40 sentimeter.
NTT Dilanda Gempa Lagi M 4,6, Kali Ini di Ruteng Manggarai

KLH telah memetakan lokasi-lokasi strategis yang dinilai rentan untuk penempatan sekat kanal. Pemetaan tersebut bertujuan memastikan lahan gambut tetap basah dari lapisan bawah saat pemadaman permukaan sedang berlangsung.
Agar pengerjaan infrastruktur pembasahan gambut berjalan tanpa hambatan sosial, Diaz meminta aparat dinas lingkungan hidup di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bersama pemerintah desa untuk turun langsung merangkul masyarakat. Komunikasi intensif diperlukan guna mengantisipasi timbulnya penolakan warga setempat terkait proyek sekat kanal di lingkungan mereka.
Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Berdasarkan data pemantauan KLH pada 26 Agustus pukul 09.00 pagi, dampak asap karhutla telah mendorong Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa daerah ke level kritis. Angka ISPU di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi tercatat menyentuh 303, sementara Palangka Raya melonjak drastis hingga angka 638, yang menempatkan kedua wilayah tersebut pada kategori berbahaya.
Polisi Tangkap Penjual Obat Aborsi Online Terkait Kematian Wanita di Polewali Mandar

Kondisi kualitas udara di beberapa wilayah lain juga tergolong sangat tidak sehat. Tingkat ISPU tercatat mencapai 219 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), 232 di Kabupaten Gunung Mas, 232 di Kabupaten Katingan, serta 243 di Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat.
Merespons ancaman paparan polusi udara tersebut, warga di kawasan terdampak diimbau untuk tetap berada di dalam rumah, menghindari kegiatan di luar ruangan, serta terus mengenakan masker saat harus bepergian.






