Sebanyak 173 korban berhasil dievakuasi setelah kapal motor penumpang KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran di perairan Pantai Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (12/8). Insiden darurat tersebut langsung direspons oleh tim SAR gabungan yang bertindak cepat melakukan operasi penyelamatan terhadap penumpang dan awak kapal di lokasi kejadian.
Sebelum musibah terjadi, KMP Putri Yasmin dilaporkan sedang melakukan pelayaran penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai di Kabupaten Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar yang berada di Kabupaten Lombok Barat, NTB. Peristiwa kebakaran ini terpantau di perairan Pantai Sekotong pada koordinat geografis 8掳43'12.37"S-115掳47'35.93"E. Lokasi kebakaran tersebut berjarak lurus sekitar 16,84 Nautical Miles (Nm) dengan arah heading 272,37 dari posisi Rescue Boat (RB) 220 Mataram. Nakhoda RB 220 Mataram, Nurdin, pertama kali melaporkan insiden kebakaran kapal tersebut kepada pihak Kantor SAR Mataram pada sekitar pukul 04.39 WITA.
Berdasarkan keterangan Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan dan melibatkan sejumlah armada kapal penyelamat. Dari total korban yang terkonfirmasi tiba di Posko SAR, kapal penyelamat KN SAR 220 Mataram mengevakuasi sebanyak 59 korban, di mana salah satu di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Australia. Selain KN SAR 220 Mataram, kapal KMP Portlink II mengevakuasi sebanyak 35 korban, sementara kapal KAL Lembar berhasil mengevakuasi 18 korban dari perairan.
Kemendagri Akselerasi Penerapan Identitas Kependudukan Digital, Pengguna Capai 21 Juta

Proses penyelamatan korban di sekitar perairan Pantai Sekotong ini juga didukung oleh armada lain yang melintas dan berada di lokasi musibah. Yacht "no comment" turut memberikan bantuan dengan mengevakuasi sebanyak 58 korban dari lokasi kebakaran. Dari 58 korban yang diangkut oleh Yacht "no comment", proses transfer lanjutan dilakukan menggunakan armada RBB untuk 24 korban (termasuk satu WNA asal Australia), kapal Polairud untuk 25 korban, serta RIB untuk 9 korban lainnya. Di sisi lain, Yacht "stell here" juga berhasil mengevakuasi 3 korban dari laut. Namun, dari tiga korban yang dievakuasi oleh Yacht "stell here", I Gusti Lanang Wiswananda menyampaikan bahwa terdapat satu korban yang dinyatakan meninggal dunia.
Sebagian dari penumpang KMP Putri Yasmin yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa menuju wilayah Provinsi Bali. Setidaknya ada 35 korban yang tiba di Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali, pada sekitar pukul 09.30 WITA. Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai, Kompol I Wayan Gede Wirya, mengonfirmasi bahwa seluruh 35 korban yang terdiri dari 30 orang dewasa dan 5 anak-anak tersebut tiba dalam keadaan sehat. Setelah mendapatkan penanganan dan pemeriksaan di pelabuhan, puluhan penumpang tersebut langsung dipulangkan ke rumah masing-masing pada sekitar pukul 12.00 WITA.
Ribuan Layang-Layang Diamankan di Sepanjang Jalur Kereta Cepat Whoosh Selama 2026

Pelaksanaan penanganan darurat dan evakuasi di perairan Sekotong terlaksana berkat sinergi dari berbagai unsur pendukung. Tim gabungan yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini terdiri dari Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yacht, SGi Air Bali, masyarakat setempat, serta pihak-pihak terkait lainnya yang turut membantu proses penyelamatan hingga selesai.






