Polda Sumatera Selatan mencatat adanya temuan sebanyak 31 titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan data pemantauan yang dihimpun oleh pihak kepolisian, sebanyak 31 titik panas tersebut terkonsentrasi di dua daerah, yaitu Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Konsentrasi sebaran titik panas di wilayah Musi Banyuasin serta Ogan Komering Ilir ini langsung mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian setempat dalam upaya pencegahan kebakaran.
Terkait dengan pencatatan puluhan titik panas tersebut, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho menginstruksikan seluruh jajaran di bawahnya untuk segera merespons kondisi di lapangan. Irjen Sandi Nugroho meminta seluruh jajaran kepolisian agar segera memverifikasi temuan titik panas yang terpantau di daerah masing-masing tanpa penundaan. Langkah verifikasi langsung terhadap temuan titik panas tersebut sangat penting dilakukan guna memitigasi potensi kebakaran sebelum api membesar dan meluas ke area sekitarnya.
Dalam mekanisme pelaporan dan koordinasi pemantauan titik panas, Kapolda Sumsel memberikan arahan khusus mengenai pemanfaatan sistem pemantauan teknologi yang telah tersedia. Irjen Sandi Nugroho memerintahkan agar seluruh informasi titik panas yang didapatkan melalui sistem pemantauan, seperti SiPongi maupun Lancang Kuning, segera diteruskan ke command center di masing-masing Polres. Dengan diteruskannya informasi titik panas ke command center Polres, data tersebut dapat langsung ditindaklanjuti secara cepat oleh tim maupun satgas yang telah dibentuk oleh kepolisian di lapangan.
KPK Tahan Rektor Unsoed Tersangka Pemerasan Penerimaan Mahasiswa, Rincian Kasus dan Duduk Perkaranya

Di sisi lain, kesiapan sarana pemadaman api juga menjadi perhatian penting yang ditekankan oleh Kapolda Sumatera Selatan kepada jajarannya. Irjen Sandi Nugroho meminta seluruh jajaran untuk kembali melakukan pengecekan terhadap sarana penunjang pemadaman, khususnya embung, sekat kanal, ketersediaan sumber air, serta sumur bor di wilayah masing-masing. Pengecekan terhadap embung, sekat kanal, sumber air, dan sumur bor ini menjadi bagian mutlak dari kesiapan pemadaman agar personel siap bertindak ketika kebakaran terdeteksi.
Instruksi mengenai mitigasi cepat serta pengecekan sumber air dinilai sangat penting karena tanda-tanda kekeringan kini sudah mulai terlihat di wilayah Sumatera Selatan. Indikasi kondisi kekeringan tersebut tampak dari ketiadaan hujan yang melanda daerah tersebut selama hampir satu bulan terakhir. Selain itu, fenomena kekeringan juga terlihat secara nyata melalui penurunan permukaan air Sungai Musi yang dilaporkan mengalami penurunan ketinggian sekitar dua meter.
KPK Beber Barbuk Uang Tunai Ratusan Juta Saat OTT Rektor Unsoed dkk, Rincian Temuan dan Alur Kasusnya

Melihat kondisi kekeringan yang ditandai oleh penurunan muka air Sungai Musi hingga sekitar dua meter dan tidak adanya hujan selama hampir satu bulan, ancaman kebakaran menjadi hal yang perlu diantisipasi secara ketat. Oleh sebab itu, Polda Sumatera Selatan melalui arahan Irjen Sandi Nugroho menegaskan pentingnya langkah terpadu, mulai dari pemantauan data SiPongi dan Lancang Kuning di command center Polres, verifikasi titik panas di Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir oleh tim dan satgas, hingga pemastian kesiapan embung, sekat kanal, serta sumur bor untuk penanganan kebakaran.






