Pembangunan hunian vertikal terintegrasi transportasi resmi dimulai setelah PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Jumat (21/8) di atas aset lahan milik perseroan seluas sekitar 2,2 hektare di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini direncanakan berdiri setinggi 24 lantai dalam delapan tower dengan daya tampung total mencapai 3.784 unit hunian. Keseluruhan proses konstruksi ditargetkan berjalan selama 18 bulan sejak masa pengerjaan awal dimulai dan rampung sepenuhnya pada pertengahan 2028.
Bagi masyarakat yang ingin memilih unit sesuai kebutuhan keluarga, proyek hunian ini dipetakan ke dalam dua zona pengembangan, yaitu Blok G dan Blok F. Blok G disiapkan dengan tiga tower yang memuat 1.276 unit hunian dan 72 unit ritel komersial pendukung. Pilihan denah di Blok G mencakup tipe studio berukuran 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, serta tipe 45 dengan dua kamar tidur. Sementara itu, Blok F mencakup lima tower dengan kapasitas 2.508 unit hunian dan 78 unit ritel pendukung, menyediakan tipe 36, tipe 45, hingga tipe 52 dengan tiga kamar tidur. Kawasan hunian ini turut dilengkapi jalur pedestrian sepanjang sekitar 300 meter langsung menuju Stasiun Manggarai serta fasilitas parkir kendaraan roda dua dan roda empat guna mencegah kepadatan lalu lintas.
Hyundai Lagi Apes, 40 Ribu Buruh Mogok Kerja Besar-Besaran

Untuk tahapan pendaftaran dan kepemilikan, calon pembeli perlu mengikuti alur pemasaran yang disiapkan oleh perbankan mitra, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Proses pemasaran unit secara penuh akan dimulai setelah seluruh perizinan, sertifikat, dan legalitas konstruksi selesai dituntaskan. Masyarakat yang berminat dapat mengambil langkah awal dengan mengikuti pendaftaran minat pembelian yang ditargetkan mulai dibuka pada akhir bulan sebelum melangkah ke proses permohonan kredit lebih lanjut.
Dari sisi perencanaan anggaran, nilai pembiayaan maupun harga unit dipatok pada kisaran Rp500 juta hingga Rp600 juta, dengan komitmen harga tetap berada di bawah Rp600 juta. Guna mempermudah cicilan bulanan MBR, skema pembiayaan KPR dari BTN dirancang dengan masa tenor mencapai 40 tahun dan tingkat suku bunga tetap 6 persen hingga masa pinjaman lunas. Untuk skema perlindungan debitur, BTN menyarankan pola asuransi cukup berjalan hingga jangka waktu 20 tahun agar tidak membebani konsumen dengan biaya premi yang terlampau tinggi.
Oona Insurance (ABDA) Catat Pertumbuhan Premi 40%

Konsumen juga perlu memperhatikan tahapan realisasi fisik proyek sebelum memasuki penandatanganan akad kredit. Pembangunan tahap awal difokuskan terlebih dahulu pada dua atau tiga tower dengan estimasi penyelesaian sekitar satu tahun hingga satu tahun tiga bulan. Pihak bank menetapkan bahwa akad pembiayaan tidak langsung dilakukan saat pendaftaran minat, melainkan menunggu progres konstruksi mencapai persentase tertentu demi memitigasi risiko pembeli, seiring proses negosiasi kredit konstruksi yang tengah berjalan antara BTN dan KAI Properti.






