Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikanBusinessPopuler
Beranda/Business

Hyundai Lagi Apes, 40 Ribu Buruh Mogok Kerja Besar-Besaran

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 22 Agu 2026 - 02.56 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Hyundai Lagi Apes, 40 Ribu Buruh Mogok Kerja Besar-Besaran
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sebanyak 40.000 buruh Hyundai Motor di Korea Selatan diperkirakan bergabung dalam aksi mogok kerja penuh pertama dalam satu dekade terakhir pada Jumat, 21 Agustus 2026. Langkah serentak ini diambil setelah negosiasi ketenagakerjaan mengalami kebuntuan terkait upah, batas usia kerja, dan proteksi tenaga kerja dari disrupsi otomatisasi.

Berikut adalah ringkasan tanya jawab seputar aksi mogok kerja dan dinamika yang dihadapi pabrikan otomotif tersebut:

Apa penyebab utama terjadinya mogok kerja buruh Hyundai?

Mogok kerja dipicu oleh mandeknya perundingan upah antara perwakilan buruh dan manajemen. Para pekerja menuntut kepastian proteksi ketenagakerjaan dari ancaman kecerdasan buatan (AI) serta otomatisasi robotik. Hyundai saat ini menaungi produsen robot humanoid Boston Dynamics dan berencana menempatkan armada robot di pabrik Georgia, Amerika Serikat, mulai tahun 2028. Kondisi ini memicu kekhawatiran jangka panjang mengenai pengurangan peran tenaga kerja manusia.

Berapa banyak massa yang turun ke jalan dan apa afiliasinya?

Baca Juga

Kabut Asap Lintas Batas Memburuk, 591 Sekolah di Sarawak Ditutup

Kabut Asap Lintas Batas Memburuk, 591 Sekolah di Sarawak Ditutup

Selain sekitar 40.000 anggota serikat yang terlibat dalam aksi mogok kerja, unjuk rasa langsung di depan kantor pusat Hyundai Motor di Seoul dihadiri oleh sekitar 1.200 hingga 1.300 orang. Kehadiran pekerja dari afiliasi Kia Corp, kalangan pemasok komponen, serta serikat payung lainnya membuat total massa di lokasi mencapai sekitar 3.000 orang. Gerakan buruh di Korea Selatan sendiri kian aktif setelah terpilihnya Presiden liberal yang pro-buruh, Lee Jae Myung, pada tahun lalu.

Apa saja poin tuntutan yang diajukan serikat pekerja?

Serikat buruh mendesak kenaikan bonus dari sebelumnya 750 persen menjadi 800 persen dari gaji pokok bulanan. Tuntutan lain mencakup izin kenaikan harga bagi pemasok suku cadang serta peningkatan batas usia pensiun dari aturan saat ini di angka 60 tahun. Pemimpin Serikat Pekerja Hyundai, Lee Jong Cheol, mengkritisi pergeseran status pekerja senior yang telah mengabdi 35 hingga 40 tahun ke posisi kontrak.

Berapa kerugian dan dampak produksi yang dialami Hyundai?

Baca Juga

Dinamika Rencana Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un beserta Syarat Ketat Korea Utara

Dinamika Rencana Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un beserta Syarat Ketat Korea Utara

Sebelum pemogokan penuh berlangsung, rangkaian aksi mogok parsial sejak akhir Juli telah melumpuhkan produksi 55.200 unit kendaraan. Nilai kerugian dari terhentinya produksi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 2,3 triliun won atau sekitar Rp 29,41 triliun menurut estimasi Kantor Berita Yonhap. Beban ini memperberat situasi pabrikan yang pada Juli lalu memperkirakan target penjualan global tahun ini berisiko meleset akibat penurunan penjualan domestik dan persaingan ketat produk China di pasar Eropa.

Bagaimana kelanjutan perundingan antara serikat dan manajemen?

Juru Bicara Serikat Pekerja Hyundai Motor, Kim Jin-wook, menegaskan pihaknya membuka ruang untuk negosiasi upah lanjutan, namun siap membahas rencana mogok berikutnya apabila manajemen tidak mengajukan usulan yang berwawasan ke depan. Di sisi lain, manajemen Hyundai Motor menyatakan aksi mogok dapat mengganggu operasional, mitra kerja, dan pelanggan pada momen transisi penting menuju industri mobilitas masa depan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Industri OtomotifKorea Selatanmogok kerja

Berita Terbaru Lainnya

Kabut Asap Lintas Batas Memburuk, 591 Sekolah di Sarawak DitutupDinamika Rencana Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un beserta Syarat Ketat Korea UtaraPemain Akui Garuda Pertiwi Terburu-buru meski Menang 3-0 atas YordaniaDPRD Tapanuli Utara Desak Pemkab Buka Rincian TKD dalam Pembahasan P-APBDRe-Launching Zona KHAS, Istiqlal Tegaskan Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan UmatJadwal Final Srikandi Cup 2026 Indonesia vs Thailand Jam Tayang dan Informasi SiaranGedung Bapenda DKI Kembali Terbakar pada Jumat Sore, Titik Api Muncul di Ruang Arsip Lantai 11KPK Tetapkan Rektor dan Wakil Rektor Unsoed Tersangka Suap Mahasiswa Baru Kedokteran

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

Teknologi

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikanBusiness

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap