Pemerintah Sarawak, Malaysia, secara resmi memerintahkan penutupan darurat sebanyak 591 sekolah di 10 distrik selama dua hari penuh. Keputusan tersebut diambil menyusul memburuknya kualitas udara serta pekatnya kepungan kabut asap di negara bagian Malaysia Timur tersebut. Kebijakan darurat ini diberlakukan guna meminimalkan risiko paparan polusi udara terhadap kesehatan para siswa dan tenaga pengajar di lingkungan sekolah.
Departemen Pendidikan Sarawak merinci bahwa penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka ini berdampak langsung pada 197.323 siswa. Jumlah peserta didik tersebut mencakup 107.590 murid di 509 sekolah dasar serta 89.733 pelajar di 82 sekolah menengah. Wilayah terdampak di Sarawak meliputi sepuluh distrik, yaitu Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong. Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung, metode pembelajaran berbasis rumah langsung diterapkan bagi seluruh murid terdampak.
Berdasarkan standar pengukuran dewan lingkungan setempat, Indeks Pencemar Udara (Air Pollutant Index/API) mengategorikan angka 0 hingga 50 sebagai baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan nilai di atas 300 tergolong berbahaya. Pada hari Kamis, pemantauan API mencatat angka 193 di Serian, 190 di Kuching, dan 173 di Samarahan. Situasi tersebut melonjak tajam pada hari Jumat pukul 11.00 pagi waktu setempat ketika angka API di Serian mencapai level 239. Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (NREB) Sarawak mengategorikan kualitas udara tersebut sebagai sangat tidak sehat dan memperingatkan bahwa kabut asap berpotensi bertahan hingga akhir pekan jika pembakaran biomassa tidak kunjung berhenti.
Dinamika Rencana Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un beserta Syarat Ketat Korea Utara

Dampak sebaran kabut asap lintas batas dan kondisi cuaca kering turut mendorong penyesuaian di negara tetangga lainnya. Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) pada hari Jumat menetapkan kebijakan untuk memperpendek durasi khotbah salat Jumat untuk sementara waktu. Langkah preventif ini diambil menyusul peringatan dari Layanan Meteorologi Singapura (MSS) terkait kondisi cuaca kering yang terus berlanjut di kawasan regional.
Terkait pemantauan sebaran titik panas, data dari Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) mencatat adanya ketimpangan yang signifikan. Sepanjang periode 1 hingga 19 Agustus, ASMC mendeteksi sebanyak 7.286 titik panas di wilayah Kalimantan, berbanding 148 titik panas di kawasan Sarawak pada rentang waktu yang sama. Pengamatan satelit ASMC mendeteksi pergerakan asap lintas batas berskala sedang hingga padat dari Kalimantan Barat yang berembus ke arah utara dan menyelimuti sebagian wilayah barat Sarawak.
Kajian Sumber Polusi Udara Jakarta Perlu Dilakukan secara Komprehensif

Di dalam negeri, kebakaran lahan telah menimbulkan kabut asap tebal yang menyelimuti Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah. Menanggapi kondisi kebakaran lahan tersebut, Menteri Kehutanan Indonesia Raja Juli Antoni di Palangkaraya menegaskan bahwa para ahli saat ini telah disiagakan secara penuh untuk melaksanakan operasi penyemaian awan. Kesiapsiagaan tersebut disiapkan guna memadamkan kobaran api sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di masa depan.






