Kepulan asap tebal masih menyelimuti kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hingga Jumat (11/9), kebakaran yang telah berlangsung selama lima hari sejak Senin (7/9) tersebut dilaporkan kian meluas hingga ke wilayah perbatasan Kota Bogor dan merembet ke luar area penampungan sampah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan cakupan area yang hangus terbakar kini telah mencapai sekitar 7,1 hektare. Luasan tersebut meningkat signifikan dari titik awal api.
"Awalnya 1,7 hektare, kemudian menjadi lima hektare. Sekarang kalau digabung dengan wilayah Kota Bogor kurang lebih 7,1 hektare," ujar Rudy, Jumat (11/9).
Pemuda di Semarang Ditangkap Gara-gara Bawa Kabur-Cabuli Bocah SD di Rental PS

Meskipun kobaran api di permukaan sebagian besar sudah mereda, ancaman belum sepenuhnya hilang. Rudy menjelaskan bahwa bara api masih aktif menyala di lapisan bawah tumpukan sampah, sehingga asap terus mengepul keluar. Tim gabungan di lapangan terpaksa membongkar timbunan sampah satu per satu menggunakan alat berat guna mendinginkan titik-titik bara tersembunyi.
Karakteristik kebakaran tumpukan sampah ini turut dikonfirmasi oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Menurut Dedie, kondisi di TPA Galuga menyerupai api dalam sekam yang tidak tampak dari luar, namun langsung menyala saat material sampah digali.
Polsek Karawaci Lumpuhkan Pelaku Curanmor yang Melawan saat Ditangkap

Untuk mempercepat proses pemadaman, pemerintah daerah mengerahkan berbagai upaya terpadu, mulai dari penyemprotan darat dengan alat berat hingga operasi pemadaman udara (water bombing) yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara melalui Lanud Atang Sanjaya (ATS). Selain itu, Dedie menyampaikan pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat untuk menggelar Operasi Modifikasi Cuaca guna memicu hujan buatan di atas lokasi terdampak.






