Kepolisian Sektor (Polsek) Kongbeng bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kongbeng membagikan masker secara langsung kepada masyarakat dan pengguna jalan di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada Senin (24/8). Langkah mitigasi ini dijalankan guna mengantisipasi penurunan kualitas udara akibat potensi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aksi kolaboratif tersebut melibatkan Camat Kongbeng Petrus Ivung, jajaran personel Polsek Kongbeng, anggota Koramil 0909 Wahau-Kongbeng-Telen, serta perwakilan dari PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group). Selain membagikan alat pelindung pernapasan, aparat gabungan memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai langkah pencegahan risiko kesehatan dan larangan pembakaran lahan liar.
Berikut adalah langkah-langkah praktis bagi masyarakat dalam mengantisipasi ancaman paparan asap karhutla serta tindakan pencegahan yang ditekankan oleh petugas di lapangan.
Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar Ruangan
Kapolsek Kongbeng Ipda Ardyansah menyampaikan bahwa pemakaian masker merupakan tindakan preventif dasar untuk menekan risiko gangguan saluran pernapasan saat kualitas udara memburuk. Masker membantu menyaring partikel debu dan asap pekat agar tidak terhirup langsung ke dalam paru-paru.
Penanganan Karhutla di Wilayah Kalimantan dan Sumatera, Kesiapan Operasional, Verifikasi Data, dan Penegakan Regulasi

Pengendara roda dua dan pejalan kaki menjadi sasaran utama pembagian masker karena mereka memiliki tingkat paparan tertinggi terhadap udara terbuka di sepanjang jalur transportasi darat.
Hindari Aktivitas Pembakaran Lahan Sembarangan
Untuk memutus sumber asap, aparat kepolisian mengimbau warga agar menghentikan praktik pembersihan maupun pembukaan area perkebunan dengan cara dibakar. Pembakaran lahan tanpa kendali terbukti memicu titik api meluas secara cepat dan menciptakan kabut asap yang merugikan pemukiman sekitar.
Kepatuhan bersama dalam tidak menyalakan api di kawasan vegetasi kering menjadi kunci utama mencegah meluasnya karhutla di tingkat kecamatan maupun desa.
Laporkan Titik Api Sedini Mungkin ke Petugas
Masyarakat yang mendapati kemunculan titik api atau indikasi pembakaran lahan diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang. Respons cepat dari warga membantu tim gabungan dari kepolisian, TNI, maupun satgas pemadam untuk melakukan penanganan langsung sebelum kobaran api membesar.
Truk Tabrak Mobil-Motor Usai Terobos Lampu Merah di Cibubur, 1 Tewas

Sebagaimana ditegaskan oleh Ipda Ardyansah, pelaporan dini dari warga mempercepat proses pemadaman di titik rawan sehingga kualitas udara sekitar dapat tetap terjaga.
Perhatikan Status Udara dan Kerawanan Wilayah
Kondisi kabut asap menjadi perhatian serius di berbagai daerah. Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 3 juta orang telah terpapar dampak asap karhutla. Di sejumlah titik lain di Indonesia, situasi kabut asap juga menuntut penanganan serupa:
- Kualitas udara di Pekanbaru, Riau, sempat tercatat berada pada level berbahaya akibat karhutla.
- Di Kota Jambi, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin membagikan sebanyak 6.000 masker gratis setelah kualitas udara memburuk sejak Minggu (23/8) hingga Senin (24/8), yang turut mengganggu jarak pandang di Bandara Sultan Thaha.
- Pemadaman mandiri juga dilakukan warga di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
- Melalui aplikasi SiPongi+ milik Kementerian Kehutanan, pemantauan status wilayah terus diperbarui, termasuk menetapkan daerah seperti Fakfak dalam kategori rawan.
Untuk memperkuat penanganan nasional, Presiden Prabowo merespons kebutuhan penanggulangan karhutla dengan menambah dukungan armada operasional berupa 3 unit helikopter water bombing serta 200 unit pompa air bagi petugas di lapangan.






