Pembatalan agenda latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan kerap dikaitkan dengan dinamika ancaman dari Pyongyang. Namun, pembatalan latihan pendaratan amfibi Ssangyong yang dijadwalkan berlangsung bulan depan terjadi bukan karena faktor Korea Utara ataupun Kim Jong Un, melainkan persoalan internal ketersediaan pasukan militer Amerika Serikat di tengah perang Iran.
Berikut adalah rangkaian tanya jawab mengenai alasan, konteks, dan dampak pembatalan latihan militer gabungan tersebut berdasarkan keterangan resmi yang tersedia.
Mengapa Latihan Militer Gabungan AS-Korsel Dibatalkan?
Pembatalan latihan pendaratan amfibi gabungan Ssangyong terjadi karena keterbatasan ketersediaan personel militer Amerika Serikat di tengah situasi perang di Iran.
Korps Marinir AS telah memberi tahu mitranya di Korea Selatan sejak Juni bahwa jumlah pasukan yang dapat dikerahkan untuk latihan tingkat divisi tersebut akan sangat terbatas. Juru bicara Korps Marinir Korea Selatan mengonfirmasi pemberitahuan resmi itu dalam taklimat pers pada Senin, 24 Agustus 2026. Latihan Ssangyong sendiri merupakan salah satu agenda latihan militer gabungan utama kedua negara yang berfokus pada operasi pendaratan amfibi.
Penanganan Karhutla di Wilayah Kalimantan dan Sumatera, Kesiapan Operasional, Verifikasi Data, dan Penegakan Regulasi

Bagaimana Kebijakan Donald Trump Memengaruhi Latihan Militer Ini?
Kabar pembatalan Ssangyong menyusul langkah Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya memerintahkan pengurangan skala latihan militer gabungan tahunan lainnya, Ulchi Freedom Shield.
Trump menyoroti besarnya biaya latihan serta keengganan Seoul untuk ikut terlibat dalam perang di Iran sebagai alasan perampingan skala latihan tersebut. Melalui platform Truth Social, Trump juga menyampaikan bahwa latihan militer gabungan tersebut mengirimkan sinyal yang tidak pantas dan bermusuhan kepada negara yang menurutnya tidak menunjukkan ancaman selama masa kepresidenannya.
Bagaimana Sikap Korea Utara Terhadap Dinamika Ini?
Meski skala latihan militer dipangkas dan agenda pendaratan amfibi dibatalkan, pihak Korea Utara tetap melayangkan kecaman. Pyongyang selama bertahun-tahun memandang setiap latihan gabungan antara Washington dan Seoul sebagai bentuk simulasi persiapan invasi ke wilayahnya.
Geger! Anggota DPR Ini Terkuak Jadi Bandar Judol-Tukang Cuci Uang

Sebagai respons atas latihan yang tetap berjalan, Korea Utara meluncurkan 10 rudal balistik jarak pendek pada pekan sebelumnya dan terus menyuarakan penentangan terhadap kerja sama militer kedua negara di kawasan Semenanjung Korea.
Apakah Latihan Militer Ssangyong Akan Dijadwalkan Ulang?
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai penjadwalan ulang latihan amfibi Ssangyong. Juru bicara Korps Marinir Korea Selatan belum memberikan rincian terkait opsi penjadwalan baru atau langkah pengganti atas kesempatan latihan yang terlewat.
Kedua negara dilaporkan masih menjalin konsultasi erat untuk membahas kelanjutan program latihan tersebut. Di sisi lain, pihak Komando Pasukan AS di Korea (USFK) belum memberikan tanggapan resmi mengenai tindak lanjut dari pembatalan latihan ini.






