Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, mengalami kelumpuhan menyusul penutupan sementara operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pantauan pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB memperlihatkan suasana Terminal 2 Bandara Soetta tampak jauh lebih lengang dari biasanya.
Kendati lorong terminal terlihat sepi dari hilir mudik calon penumpang pada umumnya, antrean cukup padat tampak di area loket customer service. Banyak calon penumpang yang terdampak pembatalan berkumpul di area pelayanan tersebut untuk menunggu kepastian status penerbangan serta mengurus penyesuaian jadwal perjalanan.
Sejumlah calon penumpang memilih tetap bertahan di kawasan bandara. Alfonso (50), calon penumpang tujuan Makassar, mengatakan dirinya bersama rombongan yang berjumlah lima orang memilih tidak meninggalkan bandara demi menanti kepastian keberangkatan menuju kota tujuan.
SMA dan SMK di Banten Terapkan PJJ Tiga Hari Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Hal serupa dirasakan oleh Wawan (35), calon penumpang tujuan Denpasar. Penerbangan yang sedianya ia tumpangi untuk pulang ke Denpasar terpaksa dibatalkan akibat penutupan jalur udara tersebut. Meski telah memproses pengembalian dana tiket (refund), Wawan tetap memutuskan bertahan di bandara dengan harapan operasional dapat kembali pulih pada keesokan harinya.
Penutupan operasional sementara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tersebut telah diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB. Berdasarkan data penerbangan terbaru, gangguan abu vulkanik ini memberikan dampak luas terhadap ratusan jadwal penerbangan.
Gunung Ili Lewotolok di Lembata NTT Erupsi, Semburan Abu Vulkanik Capai 500 Meter

Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengungkapkan bahwa total ada 923 penerbangan yang terdampak penutupan operasional ini. Angka tersebut merupakan akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan jadwal, hingga pengalihan pendaratan pesawat ke bandara lain.
Dari total 923 penerbangan yang mengalami gangguan, rinciannya terdiri dari 671 penerbangan domestik, 232 penerbangan internasional, dan 20 penerbangan kargo. Gangguan operasional berskala besar ini tercatat berdampak langsung terhadap 119.215 penumpang yang memiliki jadwal terbang dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.






