Gunung Ili Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026 malam. Letusan tersebut tercatat terjadi pada pukul 21.37 WITA dengan tinggi kolom abu vulkanik yang teramati mencapai kurang lebih 500 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan data pemantauan Badan Geologi, aktivitas erupsi Gunung Ili Lewotolok terekam langsung melalui perangkat seismograf. Rekaman kegempaan menunjukkan letusan ini memiliki amplitudo maksimum 40 mm serta berlangsung dengan durasi sekitar 32 detik.
Radius Bahaya dan Potensi Guguran Awan Panas
Menanggapi kejadian erupsi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan imbauan keselamatan bagi masyarakat setempat, pendaki, maupun wisatawan. Seluruh pihak diminta untuk tidak memasuki kawasan serta menghentikan seluruh aktivitas di dalam wilayah radius bahaya 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Selain itu, pembatasan aktivitas juga diperluas hingga radius 3 kilometer untuk sektor selatan dan tenggara.
SMA dan SMK di Banten Terapkan PJJ Tiga Hari Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi ancaman bahaya lain, termasuk guguran atau longsoran lava serta awan panas. Bahaya guguran dan awan panas vulkanik tersebut berpotensi melanda area di sektor selatan, tenggara, barat, serta sektor timur laut dari pusat aktivitas gunung.
Imbauan Pencegahan Dampak Abu Vulkanik
Selain mematuhi zona batas aman, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Ili Lewotolok diimbau untuk menjaga kesehatan diri dari dampak sebaran abu vulkanik. Warga diminta senantiasa mengenakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan tambahan untuk melindungi mata dan kulit guna menghindari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun masalah kesehatan lainnya.
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga Pukul 24.00 WIB

Badan Geologi turut mengingatkan warga untuk segera menutup tempat-tempat penampungan air bersih di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Langkah pencegahan ini diperlukan guna memastikan pasokan air bersih warga tidak terpapar dan terkontaminasi oleh endapan abu vulkanik hasil erupsi.






