Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Bank Indonesia Minta Perbankan Konsisten Pacu Kredit dan Hindari Penumpukan Dana di SBN

Togar SiregarDiterbitkan 2 Agu 2026 - 17.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bank Indonesia Minta Perbankan Konsisten Pacu Kredit dan Hindari Penumpukan Dana di SBN
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Jakarta - Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan pesan penting kepada sektor perbankan mengenai arah penyaluran dana yang seharusnya dilakukan. Fokus utama yang disoroti secara langsung oleh pihak Bank Indonesia adalah keharusan bagi seluruh perbankan untuk secara konsisten memacu pertumbuhan kredit. Langkah mendorong penyaluran kredit ini dinilai sebagai prioritas utama yang harus selalu dikedepankan oleh lembaga perbankan pada saat ini. Pernyataan tersebut menjadi pengingat yang jelas agar perbankan tidak mengalihkan fokus utamanya dari fungsi penyaluran pembiayaan. Arahan dari Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia ini sekaligus menegaskan bahwa pertumbuhan kredit merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh otoritas moneter yang berpusat di Jakarta.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Dalam pesannya yang disampaikan kepada publik, Destry Damayanti secara spesifik menyoroti kecenderungan penempatan dana perbankan pada instrumen keuangan tertentu. Ia mengingatkan perbankan agar tidak sekadar aktif menumpuk dana yang dimiliki di dalam instrumen Surat Berharga Negara atau yang sering disebut dengan SBN. Penumpukan dana secara aktif pada Surat Berharga Negara tersebut dinilai dapat mengalihkan fokus bank dari tugas utamanya untuk memacu pertumbuhan kredit. Oleh karena itu, Bank Indonesia meminta dengan tegas agar ada konsistensi dari pihak perbankan dalam memprioritaskan penyaluran kredit dibandingkan hanya memarkirkan dana pada instrumen Surat Berharga Negara. Pengingat ini secara khusus ditujukan agar fungsi perbankan dapat berjalan sesuai dengan harapan Bank Indonesia.

Baca Juga

Dampak Penahanan BI Rate, Aliran Dana Asing Rp 195 Triliun Masuk ke SBN dan SRBI

Dampak Penahanan BI Rate, Aliran Dana Asing Rp 195 Triliun Masuk ke SBN dan SRBI

Pernyataan mengenai pentingnya penyaluran kredit dan penghindaran penumpukan dana pada instrumen Surat Berharga Negara tersebut disiarkan secara langsung kepada publik secara luas. Arahan dari Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia ini disampaikan melalui saluran media CNBC Indonesia. Lebih tepatnya, pesan dari Destry Damayanti ini menjadi topik utama yang dibahas selengkapnya dalam program televisi Power Lunch yang ditayangkan oleh CNBC Indonesia. Penayangan program Power Lunch tersebut berlangsung pada hari Jumat, tanggal 31 Juli 2026. Melalui siaran CNBC Indonesia ini, publik serta para pelaku sektor perbankan dapat menyimak secara langsung arahan terkait pentingnya memacu pertumbuhan kredit.

Konsistensi perbankan dalam memacu pertumbuhan kredit menjadi poin yang sangat krusial dan terus ditekankan oleh Destry Damayanti selaku Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Bank Indonesia memandang bahwa fokus pada pertumbuhan kredit harus terus dijaga dengan baik dan tidak boleh dikesampingkan demi aktivitas penumpukan dana di instrumen Surat Berharga Negara. Arahan yang disampaikan pada hari Jumat, 31 Juli 2026 ini menunjukkan bahwa Bank Indonesia terus memantau pergerakan dana perbankan secara saksama, khususnya terkait kecenderungan untuk memarkir dana di Surat Berharga Negara. Oleh karena itu, pesan yang disiarkan melalui program Power Lunch CNBC Indonesia tersebut diharapkan dapat menjadi panduan yang jelas bagi perbankan dalam menentukan arah penyaluran dana mereka ke depan.

Baca Juga

Laba Pakuwon Jati Turun 11,4 Persen di Semester Pertama Jadi Rp1 Triliun

Laba Pakuwon Jati Turun 11,4 Persen di Semester Pertama Jadi Rp1 Triliun

Secara keseluruhan, pesan dari Jakarta yang disampaikan oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia ini merupakan bentuk pengingat yang sangat tegas bagi industri perbankan. Destry Damayanti melalui program Power Lunch di stasiun televisi CNBC Indonesia pada tanggal 31 Juli 2026 telah memperjelas posisi Bank Indonesia terkait penyaluran dana perbankan. Harapan utamanya adalah agar perbankan dapat segera mengurangi aktivitas menumpuk dana di instrumen Surat Berharga Negara dan beralih untuk lebih konsisten dalam memacu pertumbuhan kredit. Dengan demikian, arahan dari Bank Indonesia ini diharapkan dapat diimplementasikan sepenuhnya oleh pihak perbankan agar sejalan dengan tujuan otoritas moneter dalam mendorong pertumbuhan kredit secara konsisten.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaDestry DamayantiSBNCNBC IndonesiaKredit Perbankan

Berita Terbaru Lainnya

Klasemen Akhir Piala Presiden 2026, Persib vs Persija dan Persebaya vs Arema di SemifinalPolri Pastikan Situasi Kondusif Menyusul Pemasangan Pagar Tinggi oleh Sejumlah Mal di JakartaDampak Penahanan BI Rate, Aliran Dana Asing Rp 195 Triliun Masuk ke SBN dan SRBILaba Pakuwon Jati Turun 11,4 Persen di Semester Pertama Jadi Rp1 TriliunThe Fed Masih Hawkish, Bank Indonesia Siap Hadapi Era Higher for LongerDitopang Proyek Sengkang Gas Compressor, Laba Bersih Rukun Raharja Melesat 88 Persen pada Semester I-2026IHSG Menguat 0,80 Persen, Ditutup Mendekati Level Tertinggi HarianBandara Soekarno-Hatta Sambut Pendaratan Khusus Airbus A380 Emirates pada 8 Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  3. 3Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  4. 4Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  5. 5Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap