Jakarta - Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan pesan penting kepada sektor perbankan mengenai arah penyaluran dana yang seharusnya dilakukan. Fokus utama yang disoroti secara langsung oleh pihak Bank Indonesia adalah keharusan bagi seluruh perbankan untuk secara konsisten memacu pertumbuhan kredit. Langkah mendorong penyaluran kredit ini dinilai sebagai prioritas utama yang harus selalu dikedepankan oleh lembaga perbankan pada saat ini. Pernyataan tersebut menjadi pengingat yang jelas agar perbankan tidak mengalihkan fokus utamanya dari fungsi penyaluran pembiayaan. Arahan dari Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia ini sekaligus menegaskan bahwa pertumbuhan kredit merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh otoritas moneter yang berpusat di Jakarta.
Dalam pesannya yang disampaikan kepada publik, Destry Damayanti secara spesifik menyoroti kecenderungan penempatan dana perbankan pada instrumen keuangan tertentu. Ia mengingatkan perbankan agar tidak sekadar aktif menumpuk dana yang dimiliki di dalam instrumen Surat Berharga Negara atau yang sering disebut dengan SBN. Penumpukan dana secara aktif pada Surat Berharga Negara tersebut dinilai dapat mengalihkan fokus bank dari tugas utamanya untuk memacu pertumbuhan kredit. Oleh karena itu, Bank Indonesia meminta dengan tegas agar ada konsistensi dari pihak perbankan dalam memprioritaskan penyaluran kredit dibandingkan hanya memarkirkan dana pada instrumen Surat Berharga Negara. Pengingat ini secara khusus ditujukan agar fungsi perbankan dapat berjalan sesuai dengan harapan Bank Indonesia.
Pakai EV Dorong Efisiensi Bisnis, Bos VinFast Ungkap Hitungannya

Pernyataan mengenai pentingnya penyaluran kredit dan penghindaran penumpukan dana pada instrumen Surat Berharga Negara tersebut disiarkan secara langsung kepada publik secara luas. Arahan dari Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia ini disampaikan melalui saluran media CNBC Indonesia. Lebih tepatnya, pesan dari Destry Damayanti ini menjadi topik utama yang dibahas selengkapnya dalam program televisi Power Lunch yang ditayangkan oleh CNBC Indonesia. Penayangan program Power Lunch tersebut berlangsung pada hari Jumat, tanggal 31 Juli 2026. Melalui siaran CNBC Indonesia ini, publik serta para pelaku sektor perbankan dapat menyimak secara langsung arahan terkait pentingnya memacu pertumbuhan kredit.
Konsistensi perbankan dalam memacu pertumbuhan kredit menjadi poin yang sangat krusial dan terus ditekankan oleh Destry Damayanti selaku Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Bank Indonesia memandang bahwa fokus pada pertumbuhan kredit harus terus dijaga dengan baik dan tidak boleh dikesampingkan demi aktivitas penumpukan dana di instrumen Surat Berharga Negara. Arahan yang disampaikan pada hari Jumat, 31 Juli 2026 ini menunjukkan bahwa Bank Indonesia terus memantau pergerakan dana perbankan secara saksama, khususnya terkait kecenderungan untuk memarkir dana di Surat Berharga Negara. Oleh karena itu, pesan yang disiarkan melalui program Power Lunch CNBC Indonesia tersebut diharapkan dapat menjadi panduan yang jelas bagi perbankan dalam menentukan arah penyaluran dana mereka ke depan.
Pertimbangan Utama Konsumen Indonesia Sebelum Membeli Mobil Listrik

Secara keseluruhan, pesan dari Jakarta yang disampaikan oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia ini merupakan bentuk pengingat yang sangat tegas bagi industri perbankan. Destry Damayanti melalui program Power Lunch di stasiun televisi CNBC Indonesia pada tanggal 31 Juli 2026 telah memperjelas posisi Bank Indonesia terkait penyaluran dana perbankan. Harapan utamanya adalah agar perbankan dapat segera mengurangi aktivitas menumpuk dana di instrumen Surat Berharga Negara dan beralih untuk lebih konsisten dalam memacu pertumbuhan kredit. Dengan demikian, arahan dari Bank Indonesia ini diharapkan dapat diimplementasikan sepenuhnya oleh pihak perbankan agar sejalan dengan tujuan otoritas moneter dalam mendorong pertumbuhan kredit secara konsisten.






