Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

Bank Indonesia Soroti Empat Pekerjaan Rumah Otoritas Moneter Global di Era AI dan Fragmentasi Ekonomi

Rimba NainggolanDiterbitkan 5 Agu 2026 - 10.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bank Indonesia Soroti Empat Pekerjaan Rumah Otoritas Moneter Global di Era AI dan Fragmentasi Ekonomi
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bank Indonesia memetakan empat tantangan besar atau pekerjaan rumah yang kini membayangi bank-bank sentral di seluruh dunia. Otoritas moneter global saat ini dituntut untuk merespons dinamika perekonomian yang kian kompleks dan dinamis. Kompleksitas tersebut mencakup berbagai aspek global, mulai dari perkembangan pesat kecerdasan artifisial (AI) hingga tantangan fragmentasi geoekonomi yang kian menajam di berbagai kawasan. Pendekatan kebijakan yang selama ini berjalan secara sektoral dinilai tidak lagi memadai untuk menghadapi perkembangan tersebut.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
, menyampaikan pandangan tersebut saat membuka Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-20 dan Call for Papers di Bali. Pertemuan ilmiah berskala internasional yang berlangsung pada 31 Juli 2026 ini secara khusus mengusung tema "Central Banking at the Crossroads of Geoeconomic Fragmentation, Digital Transformation, and Systemic Risks". Konferensi tahun ini berhasil menarik perhatian luas dari kalangan akademisi global, terbukti dengan masuknya 354 naskah lengkap dari 34 negara yang mengikuti proses seleksi ketat.

Dalam pidato pembukaannya, Destry Damayanti menjelaskan secara rinci bahwa bank sentral di seluruh dunia menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat fragmentasi geoekonomi, percepatan transformasi digital, hingga meningkatnya risiko sistemik. Guna menjawab tantangan-tantangan global tersebut, Destry Damayanti merinci empat agenda prioritas utama yang perlu menjadi fokus dan diperdalam melalui berbagai riset serta kajian bank sentral di masa mendatang.

Baca Juga

Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi Paruh Kedua 2026 Menuju 6 Persen Lewat Kebijakan Fiskal Agresif

Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi Paruh Kedua 2026 Menuju 6 Persen Lewat Kebijakan Fiskal Agresif

Agenda prioritas pertama untuk riset bank sentral adalah memperkuat pemahaman mengenai transmisi kebijakan moneter di tengah meningkatnya fragmentasi geoekonomi. Pemahaman yang kuat mengenai transmisi ini sangat krusial agar kebijakan moneter yang diambil tetap efektif. Prioritas kedua adalah memperdalam kajian mengenai perkembangan keuangan digital dan implikasinya terhadap kebijakan bank sentral. Kajian mendalam tersebut mencakup sistem pembayaran digital, perkembangan kecerdasan artifisial (AI), teknologi finansial (fintech), aset kripto, hingga mata uang digital.

Selanjutnya, prioritas ketiga yang diungkapkan oleh Destry Damayanti adalah mengembangkan pengukuran risiko sistemik dan pengawasan makrofinansial. Pengukuran dan pengawasan ini harus mampu mengantisipasi berbagai risiko baru yang muncul, mulai dari ancaman siber, dampak perubahan iklim, tekanan likuiditas, hingga risiko lintas negara. Sementara itu, agenda prioritas keempat adalah memperkuat kredibilitas kelembagaan dan komunikasi kebijakan guna menjaga kepercayaan publik terhadap otoritas moneter di tengah ketidakpastian global yang terjadi saat ini.

Baca Juga

PMI Manufaktur Pulih ke Zona Ekspansif, Prospek Penyerapan Tenaga Kerja Masih Terbatas

PMI Manufaktur Pulih ke Zona Ekspansif, Prospek Penyerapan Tenaga Kerja Masih Terbatas

Dalam kesempatan yang sama pada konferensi tersebut, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memaparkan tantangan lain yang dihadapi oleh para pengambil kebijakan ekonomi saat ini. Menurut penjelasan Juda Agung, otoritas ekonomi kini dihadapkan pada tantangan yang dikenal sebagai trilema kebijakan. Trilema kebijakan tersebut menuntut otoritas untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mobilitas arus modal, dan independensi kebijakan moneter secara bersamaan.

Juda Agung menegaskan bahwa dalam menghadapi situasi yang kompleks ini, kebijakan moneter tidak dapat bekerja sendiri. Stabilitas ekonomi yang kokoh memerlukan dukungan sinergis dari berbagai kebijakan lainnya. Dukungan tersebut mencakup kebijakan fiskal, kebijakan makroprudensial, serta pengelolaan likuiditas yang saling melengkapi satu sama lain demi menjaga ketahanan ekonomi nasional maupun global.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kebijakan moneterBank IndonesiaDestry DamayantiJuda AgungDigitalisasi Keuangan

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi Paruh Kedua 2026 Menuju 6 Persen Lewat Kebijakan Fiskal AgresifKampus di Amerika Serikat Mulai Buka Jurusan Khusus Kreator KontenKemenhub Siapkan Superapp Transportasi Nasional untuk Jangkau Wilayah 3TPPMI Manufaktur Pulih ke Zona Ekspansif, Prospek Penyerapan Tenaga Kerja Masih TerbatasDBS Insights Forum 2026 Soroti Arah Investasi Indonesia di Era MultipolarIHSG Menguat ke Level 6.319, Saham TPIA Masih Jadi Sasaran Jual AsingKemendagri Godok Formulasi DAU untuk Bantu Pemda Bayar Gaji PPPKJadwal Sidang Antimonopoli Akuisisi Paramount-WBD Ditetapkan Maret 2027, Denda Keterlambatan Membengkak

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap