Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

PMI Manufaktur Pulih ke Zona Ekspansif, Prospek Penyerapan Tenaga Kerja Masih Terbatas

Marthen PalutunganDiterbitkan 5 Agu 2026 - 11.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
PMI Manufaktur Pulih ke Zona Ekspansif, Prospek Penyerapan Tenaga Kerja Masih Terbatas
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia dilaporkan berhasil kembali berada di zona ekspansif pada periode Juli 2026. Indeks manufaktur tersebut kini menempati posisi 50,2, yang menunjukkan adanya pemulihan arah yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan kondisi pada bulan sebelumnya. Pada bulan Juni, PMI manufaktur Indonesia berada di level 46,9. Pemulihan ke zona ekspansif di atas ambang batas 50 ini memicu harapan baru mengenai kemampuan sektor industri nasional untuk kembali menjadi mesin utama dalam penyerapan tenaga kerja di tanah air.

Tanda-tanda pemulihan aktivitas industri ini juga diperkuat oleh laporan dari S&P Global Market Intelligence. Lembaga tersebut menyatakan bahwa sejumlah perusahaan manufaktur sudah mulai melakukan proses perekrutan tenaga kerja kembali. Langkah penambahan pekerja ini mulai diambil oleh pihak industri seiring dengan meningkatnya volume produksi serta kondisi pesanan baru yang mulai stabil. Adanya peningkatan produksi dan stabilitas pesanan baru tersebut menjadi dasar bagi perusahaan manufaktur untuk mulai mempekerjakan karyawan baru guna mendukung kegiatan operasional mereka.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Meskipun indikator PMI manufaktur telah menunjukkan pemulihan ke zona ekspansif, prospek penyerapan tenaga kerja baru secara keseluruhan dinilai masih menghadapi batasan. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, memproyeksikan bahwa proses perekrutan tenaga kerja di sektor industri belum akan berlangsung secara masif hingga akhir tahun. Faisal menilai lambatnya perekrutan ini dipengaruhi oleh kinerja ekspor Indonesia, di mana ia mencatat bahwa permintaan ekspor terus mengalami penurunan.

Baca Juga

RUU Sistranas, Solusi KSP Menyatukan Integrasi dan Pendanaan Transportasi Massal

RUU Sistranas, Solusi KSP Menyatukan Integrasi dan Pendanaan Transportasi Massal

Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa sumber dari penerimaan pesanan baru yang masuk ke sektor industri saat ini sebenarnya lebih banyak dipicu oleh adanya kenaikan pesanan domestik. Namun, kenaikan pesanan dari dalam negeri tersebut dinilai masih berada dalam angka yang sedikit, sehingga belum cukup kuat untuk mendorong perekrutan pekerja secara besar-besaran. Kendati demikian, Faisal mengidentifikasi bahwa industri makanan dan minuman memiliki potensi untuk menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja hingga akhir tahun nanti.

Di sisi lain, tantangan pada sektor ekspor juga turut disoroti oleh pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjuddin Noer Effendi. Tadjuddin menyatakan bahwa belakangan ini ekspor nikel Indonesia ke China sudah mulai mengalami penurunan. Penurunan ekspor nikel ke China ini menjadi salah satu indikasi dari melemahnya permintaan luar negeri yang dihadapi oleh komoditas ekspor Indonesia belakangan ini.

Baca Juga

Kemendag Tegaskan Minyakita Bebas APBN, Pasokan Bertumpu pada Skema DMO

Kemendag Tegaskan Minyakita Bebas APBN, Pasokan Bertumpu pada Skema DMO

Meskipun menghadapi tantangan ekspor, Tadjuddin memperkirakan bahwa industri padat karya akan menjadi kelompok industri yang paling berpeluang untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja apabila tren pemulihan PMI manufaktur terus berlanjut. Menurut analisis dari Tadjuddin, sektor-sektor industri padat karya seperti tekstil, garmen, sepatu, serta makanan hingga saat ini masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Guna mempercepat proses penyerapan tenaga kerja di tengah fase pemulihan indeks manufaktur ini, Tadjuddin mendorong pemerintah untuk segera memberikan berbagai insentif kepada industri. Langkah ini diharapkan dapat membantu industri agar mereka bisa segera menyerap tenaga kerja lagi. Tadjuddin menilai bahwa insentif yang dapat diberikan oleh pemerintah untuk membantu sektor industri tersebut dapat berupa kemudahan akses kredit maupun pemberian keringanan pajak.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ketenagakerjaanEkonomi IndonesiaPMI ManufakturIndustri Padat Karya

Berita Terbaru Lainnya

PPATK Ungkap Transaksi Judi Online Piala Dunia 2026 Capai Rp1,2 TriliunHasil Seleksi CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 Belum Muncul, Linimasa Kemensos dan BKN BerbedaRUU Sistranas, Solusi KSP Menyatukan Integrasi dan Pendanaan Transportasi MassalKemendag Tegaskan Minyakita Bebas APBN, Pasokan Bertumpu pada Skema DMOPemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi Paruh Kedua 2026 Menuju 6 Persen Lewat Kebijakan Fiskal AgresifKampus di Amerika Serikat Mulai Buka Jurusan Khusus Kreator KontenKemenhub Siapkan Superapp Transportasi Nasional untuk Jangkau Wilayah 3TPDBS Insights Forum 2026 Soroti Arah Investasi Indonesia di Era Multipolar

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap