Gagasan mengenai pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang secara khusus menampung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai mengemuka di Kota Batam. Inisiatif pembentukan KEK khusus ini ditujukan untuk memfasilitasi pelaku usaha lokal agar memiliki wadah terpadu sekaligus mendorong mereka mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.
Usulan tersebut disampaikan oleh Komite Eksekutif Presiden Prabowo Subianto, Billy Mambrasar. Gagasan ini dibahas dalam forum yang mempertemukan berbagai pihak terkait, meliputi Kementerian Koperasi dan UMKM, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta perwakilan dari kalangan pelaku UMKM.
Dalam keterangannya, Billy Mambrasar meminta pemerintah daerah, BP Batam, serta pemerintah pusat鈥攌hususnya Kementerian Koperasi dan UMKM bersama Kementerian Perdagangan鈥攗ntuk berkolaborasi mengakomodasi pelaku UMKM dalam satu kawasan khusus. Langkah ini dimaksudkan untuk mempersiapkan para pelaku usaha menjadi eksportir dengan memanfaatkan berbagai kemudahan fasilitas dan regulasi yang tersedia.
Garuda Indonesia Terapkan Sistem Bagasi Berbasis Koli, Berat Koper tak Bisa Lagi Diakumulasi

Selain menyasar pasar ekspor, kawasan KEK UMKM ini juga diproyeksikan cocok dikembangkan menjadi pusat kunjungan wisatawan asing. Potensi yang dapat dioptimalkan mencakup sektor wisata kuliner dan perhotelan atau hospitality, dengan syarat kawasan tersebut dikelola secara profesional dan berstandar kelas dunia. Dari sisi fondasi ekonomi daerah, konsumsi rumah tangga di Batam saat ini menopang sekitar 20 hingga 30 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Dukungan Pemda dan Potensi UMKM Batam
Langkah pembentukan KEK UMKM ini mendapat sambutan baik dari jajaran pemerintah daerah. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi, menyatakan dukungannya terhadap gagasan pendirian kawasan khusus bagi pelaku usaha kecil dan menengah tersebut.
Fasilitas CIL Dibangun, Produksi Emas di Gorontalo Digenjot

Urgensi penguatan sektor ini didukung oleh besarnya basis usaha di wilayah Batam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini tercatat terdapat lebih dari 75 ribu UMKM di Kota Batam serta sekitar 102 ribu usaha mikro.
Secara keseluruhan, sektor UMKM di Batam diperkirakan mampu menyerap hingga 156 ribu tenaga kerja. Selain itu, perputaran uang di sektor usaha rakyat ini ditaksir mencapai Rp9,1 triliun per tahun, sehingga integrasi ke dalam KEK diharapkan mampu memperluas skala usaha dan daya saing produk lokal di kancah global.






