Riuh rendah pendukung dan gemuruh ketangkasan digital mewarnai Indonesia Arena di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, saat digelarnya kompetisi Esports Kapolri Cup 2026. Ajang yang berlangsung sejak Sabtu, 8 Agustus hingga Ahad, 9 Agustus 2026 ini menarik perhatian ribuan pencinta gim. Namun, ada yang berbeda dari gelaran kali ini. Selain menyajikan kompetisi sengit Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), acara ini juga menyelipkan program edukasi mengenai pengelolaan keuangan serta investasi bagi para pengunjung yang didominasi generasi muda.
Langkah mengawinkan dunia esports dengan literasi keuangan ini dilatarbelakangi oleh kemiripan pola pengambilan keputusan di kedua bidang tersebut. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, menjelaskan bahwa strategi yang diterapkan di dalam gim sebenarnya memiliki kesamaan dengan keputusan investasi di dunia nyata. Dalam sesi edukasi bertajuk "Smart Play, Smart Invest with AI IPOT", ia menekankan bahwa filosofi permainan gim sepenuhnya relevan dengan strategi membangun kekayaan jangka panjang.
Sebagai contoh, di dalam permainan Mobile Legends, seorang pemain tidak bisa bergerak tanpa arah. Mereka dituntut untuk senantiasa membaca peta pergerakan lawan, menentukan strategi tim yang dinamis, serta memilih perlengkapan atau item karakter yang sesuai dengan kondisi pertempuran. Analogi ini sangat dekat dengan aktivitas investasi. Sebelum menaruh modal, seorang investor harus membaca arah pasar, menentukan strategi alokasi aset, serta memilih instrumen investasi yang cocok dengan profil risiko dan kondisi ekonomi saat itu.
Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Airlangga Hartanto Beri Dukungan

Sayangnya, banyak investor pemula yang kerap melompati proses analisis ini karena terdorong emosi. Edukasi dalam ajang ini mengingatkan para gamer agar tidak membeli aset keuangan hanya karena mengikuti tren yang sedang viral atau terjebak dalam fenomena ketakutan akan tertinggal (FOMO). Menempatkan seluruh dana investasi ke dalam satu aset tunggal tanpa perhitungan matang juga sangat tidak disarankan. Risiko kerugian akan semakin fatal jika investor menggunakan dana krusial seperti dana darurat, uang sekolah, atau bahkan dana hasil pinjaman untuk berspekulasi di pasar keuangan.
Guna meminimalisasi risiko tersebut, pemanfaatan teknologi analitik berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menjadi salah satu solusi praktis. Teknologi kecerdasan buatan ini dapat membantu menyederhanakan data investasi yang rumit, mulai dari laporan keuangan emiten, analisis tren teknikal, hingga rangkuman berita pasar terkini. Dengan bantuan teknologi, investor pemula dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur.
Jelang HUT ke-42, PT KBI Raih Tiga Penghargaan dalam Dua Ajang Berbeda

Presiden Direktur dan CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengingatkan bahwa kemudahan akses digital saat ini harus diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bertanggung jawab. Menurutnya, ruang digital dan dunia esports tidak hanya membutuhkan pengasahan kecakapan kompetitif dalam bermain, tetapi juga menuntut fondasi ketahanan finansial yang kokoh agar tidak goyah saat menghadapi fluktuasi ekonomi.
Selama dua hari penyelenggaraan, edukasi finansial ini dikemas secara menarik agar mudah diterima oleh komunitas gamer. Pengunjung dapat mengikuti sesi interaktif, menjawab berbagai kuis, melakukan konsultasi finansial pribadi, hingga berdiskusi langsung dengan pakar investasi melalui wadah Smart Money Circle. Melalui rangkaian program ini, para gamer diharapkan dapat membawa pulang tidak hanya keseruan turnamen, tetapi juga pemahaman baru untuk mulai menyusun strategi finansial masa depan mereka.






