YouTuber Muhammad Jannah, yang lebih dikenal dengan sapaan Bigmo, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka usai menjalani proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Langkah ini dilakukan setelah konten siaran langsung atau live streaming yang dipublikasikannya menimbulkan kegaduhan di tengah publik. Pemeriksaan terhadap sang YouTuber dilaksanakan oleh tim penyelidik dari Direktorat PPA Polda Metro Jaya sebagai tahapan klarifikasi atas dugaan eksploitasi anak yang muncul dalam tayangan live streaming milik Bigmo di platform media sosial.
Permasalahan hukum yang menjerat sang YouTuber ini berawal dari adanya pengaduan masyarakat yang merasa resah dengan materi siaran langsung tersebut. Laporan dari warga masyarakat itu kemudian ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dan diproses menjadi laporan informasi. Kuasa hukum Bigmo, Sangun Ragahdo, membenarkan bahwa kliennya bersikap kooperatif dengan hadir memenuhi undangan klarifikasi dari penyelidik Direktorat PPA Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan selengkap-lengkapnya terkait persoalan ini.
Saat menjalani klarifikasi di hadapan penyidik kepolisian, Bigmo dicecar dengan puluhan pertanyaan seputar konten siaran langsung yang dibuatnya. Di depan penyelidik, ia secara terbuka menyatakan penyesalan mendalam atas tindakan yang telah diambilnya, yang pada akhirnya membawa dirinya berhadapan dengan persoalan hukum. Untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan, tim kuasa hukum Bigmo juga menyerahkan sejumlah alat bukti kepada pihak penyelidik. Bukti-bukti yang diserahkan tersebut terdiri dari rekaman video siaran langsung yang dipermasalahkan serta beberapa foto yang memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan eksploitasi anak tersebut.
KPK Geledah 15 Lokasi Terkait Kasus Bupati Pemalang Nonaktif, Ini Rincian Hasilnya

Pengacara Bigmo, Sangun Ragahdo, juga tidak menampik bahwa tindakan kliennya dalam konten siaran langsung tersebut memang menyalahi aturan etika. Dari sudut pandang kepatutan maupun etika, perbuatan yang ditayangkan dalam live streaming itu diakuinya tidak dapat dibenarkan. Kendati demikian, Sangun menceritakan bahwa Bigmo telah mengambil langkah iktikad baik dengan menghampiri dan sowan secara langsung kepada keluarga serta orang tua dari anak-anak di bawah umur yang terlibat dalam konten tersebut. Dalam pertemuan tersebut, Bigmo menyampaikan permohonan maafnya secara langsung, dan pihak orang tua dari anak-anak di bawah umur itu telah memberikan maaf atas tindakan sang YouTuber.
Pemeriksaan yang dilaluinya di Polda Metro Jaya diakui Bigmo menjadi sebuah momentum pembelajaran dan pelajaran yang sangat penting bagi perjalanan kariernya di dunia digital. Pengalaman diperiksa oleh pihak kepolisian memberikan kesadaran bagi dirinya untuk jauh lebih berhati-hati dalam merancang dan membuat konten di media sosial pada masa depan. Oleh karena itu, Bigmo berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konten-konten yang selama ini diproduksinya. Ke depannya, ia menyatakan komitmennya untuk berfokus menciptakan tayangan yang bernilai positif, menghibur, edukatif, serta membawa manfaat nyata bagi seluruh penontonnya.
Dua Belas Kecamatan di Kabupaten Tangerang Berstatus Waspada Kekeringan

Meskipun Bigmo telah mengakui kekhilafannya, meminta maaf, serta dimaafkan oleh orang tua dari anak-anak di bawah umur tersebut, proses klarifikasi di kepolisian tetap berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada. Sangun Ragahdo mewakili tim hukum Bigmo mengungkapkan harapannya agar penanganan perkara dan proses penyelidikan yang sedang ditangani oleh Direktorat PPA Polda Metro Jaya ini dapat terus berlangsung dengan senantiasa menjunjung tinggi serta mengedepankan asas praduga tak bersalah.






