Badan Kehormatan (BK) DPD RI memutuskan untuk memanggil anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. Pemanggilan tersebut ditujukan untuk meminta klarifikasi langsung mengenai kehadirannya dalam acara Miss Equality World 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand.
Langkah BK DPD ini diambil setelah keikutsertaan Arya dalam agenda tersebut menjadi sorotan luas serta viral di media sosial. Acara Miss Equality World 2026 dinilai publik secara tidak langsung mempromosikan LGBT, sehingga memicu beragam reaksi di masyarakat.
Fokus Pemeriksaan dan Dugaan Pengawalan TNI
BK DPD menegaskan bahwa pemanggilan ini belum berarti menyatakan Arya melakukan pelanggaran etik. Lembaga etik senator tersebut masih akan mengumpulkan fakta dan mendengarkan keterangan langsung sebelum menarik kesimpulan.
Dalam proses klarifikasi, BK DPD akan mendalami beberapa aspek utama, meliputi tujuan kedatangan, kapasitas kehadiran, pihak pengundang maupun penyelenggara, bentuk keterlibatan Arya, hingga potensi penggunaan atribut atau fasilitas kedinasan.
Wakil Menteri Ditangkap dalam Kasus Korupsi Migas, Uang Rp177 M Disita

Selain itu, BK DPD menyoroti laporan mengenai adanya personel TNI yang mendampingi kegiatan Arya selama berada di Thailand. Pemeriksaan hal tersebut akan merujuk pada regulasi penugasan dan pengamanan pejabat, termasuk UU MD3, UU Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI, UU Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, serta Peraturan DPD RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tata Tertib.
Meski Arya menyatakan kehadirannya bersifat pribadi, BK DPD berpandangan bahwa status sebagai anggota DPD RI tetap melekat. Oleh karena itu, setiap kegiatan publik dinilai tetap harus memperhatikan aspek kepatutan, kehormatan jabatan, dan citra kelembagaan.
Penjelasan Arya Wedakarna
Sebelumnya, Arya menjelaskan bahwa lawatannya ke Thailand bukan dalam rangka menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI, melainkan atas kapasitas pribadi sebagai tokoh budaya, pariwisata, dan Hindu Bali.
Kebakaran Pabrik Sabun di Simalungun, Sumut, 3 Pekerja Tewas, Diduga Lompat

Arya memaparkan bahwa rangkaian acara yang diikutinya mencakup peluncuran pariwisata ASEAN, sesi diskusi, pameran, serta penyerahan penghargaan. Pada agenda tersebut, Arya hadir mengenakan pakaian adat Bali saat peluncuran video promosi pariwisata Bali Barat sekaligus menerima penghargaan sebagai tokoh budaya.
Terkait sorotan mengenai isu LGBT, Arya mengaku tidak mengetahui keterkaitan tersebut sebelumnya dan memilih tidak mencampuri urusan pihak penyelenggara. Ia menambahkan bahwa kunjungannya selama tiga hari di Thailand berfokus pada misi kebudayaan dan kunjungan ke sejumlah tempat peribadatan.






