Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi adanya tren peningkatan titik panas (hotspot) dan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulau Kalimantan dan Sumatra. Peningkatan sebaran titik api tersebut bahkan terpantau bertambah secara signifikan di sejumlah kawasan.
Berdasarkan pemantauan BNPB, lonjakan titik panas dan titik api di Pulau Kalimantan terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Dari wilayah-wilayah tersebut, kenaikan yang dinilai signifikan secara khusus tercatat berada di Kalimantan Barat.
Kondisi serupa juga terpantau di Pulau Sumatra, di mana titik panas mengalami kenaikan di beberapa daerah seperti Riau dan Jambi. Kendati demikian, Berton SP Panjaitan dari BNPB menyampaikan bahwa penurunan titik api juga tercatat di tiga provinsi.
Komisi IX DPR Minta Pemerintah Aktif Tangani Dampak Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

Penguatan Operasi Darat dan Patroli Lapangan
Menyikapi peningkatan titik api, operasi penanganan karhutla di darat terus dijalankan secara intensif oleh tim gabungan. Penanganan lapangan melibatkan kolaborasi dari berbagai unsur, yaitu BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Daops, Satpol PP, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Upaya ini juga melibatkan partisipasi aktif relawan, kelompok masyarakat peduli api, hingga pihak swasta.
Dalam pelaksanaannya, fokus utama tim di lapangan adalah menggelar patroli secara berkala. Patroli ini ditujukan untuk memantau kemunculan api baru, mengawasi titik api yang sedang berkembang, serta mendeteksi kebakaran berskala besar. Langkah pemantauan langsung tersebut dilakukan agar tindakan pemadaman dapat segera dilakukan sebelum api menjalar ke area yang lebih luas.
Kronologi Wanita Asal India Dijambret di Menteng hingga Pelaku Ditangkap Polisi

Koordinasi Dukungan Satgas Udara
Selain mengandalkan pemadaman darat, tim di lapangan telah menyiapkan langkah antisipasi jika kobaran api kian membesar. Apabila situasi di lapangan menunjukkan kebakaran meluas dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim operasi darat akan langsung berkoordinasi dengan Satgas Udara.
Melalui koordinasi tersebut, operasi pengeboman air (water bombing) dapat dikerahkan untuk memadamkan kobaran api dari udara jika kondisi teknis di lokasi memungkinkan.






