Pemerintah memutuskan untuk mengubah jenama Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita. Kemasan anyar untuk program intervensi pangan tersebut dijadwalkan meluncur resmi ke pasar pada 20 Oktober 2026 mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa identitas lama tidak sepenuhnya dihapus. Tulisan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan tetap disematkan dengan ukuran lebih kecil tepat di bawah nama Beras Kita.
Penyeragaman Merek dan Desain Baru
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal menjelaskan, perubahan identitas ini bertujuan menyelaraskan lini produk pangan program pemerintah yang telah beredar luas, seperti Minyakita dan Gula Manis Kita.
Kata "kita" dimaknai sebagai akronim dari keluarga Indonesia sejahtera. Di samping standardisasi merek, Bulog merancang kemasan baru agar tampak lebih menarik dan mampu bersaing secara visual dengan produk beras swasta.
Cerita Penumpang di Bandara Lampung Terdampak Abu Anak Krakatau

Secara visual, bungkus anyar ini didominasi warna putih dan biru dengan tulisan utama "Beras Kita Medium". Bagian bawah kemasan memuat ilustrasi hamparan sawah, sedangkan area atas tetap memuat logo Bulog, Badan Pangan Nasional, serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Selain varian medium, ke depan direncanakan hadir varian Beras Kita Premium. Kendati demikian, skema subsidi harga SPHP dari pemerintah hanya dialokasikan untuk varian beras medium.
Stok Kemasan Lama dan Pasokan Tambahan 1 Juta Ton
Masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan saat masa peralihan merek berlangsung. Bulog memastikan kemasan SPHP lama tidak ditarik secara mendadak dari peredaran, melainkan terus disalurkan kepada konsumen sampai persediaan stok habis.
Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diperkosa, Menteri PPPA Minta Korban Didampingi

Saat ini, realisasi penyaluran SPHP dari alokasi awal 828 ribu ton telah menembus 92 persen, dengan sisa volume sekitar 80 ribu ton yang sedang dituntaskan ke pasar.
Untuk menjaga stabilitas stok pangan hingga awal 2027 sebelum musim panen raya sekitar Maret, pemerintah telah menyetujui tambahan kuota beras SPHP sebanyak 1 juta ton. Volume tersebut melampaui usulan awal Bulog yang mengajukan 400 ribu ton.
Penyaluran kuota tambahan 1 juta ton tersebut akan didistribusikan melalui sepuluh kanal resmi, termasuk gerai Rumah Pangan Kita (RPK) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).






