Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 9.765 gempa susulan telah mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah wilayah tersebut dilanda gempa bumi utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa rekapitulasi ribuan aktivitas seismik tersebut dihimpun berdasarkan data pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan catatan BMKG, kekuatan gempa susulan yang terjadi memiliki rentang magnitudo yang bervariasi. Gempa susulan paling kecil tercatat berkekuatan M 1, sedangkan gempa susulan terbesar mencapai M 6,2.
209 Penerbangan Batal, Begini Nasib Penumpang di Soekarno Hatta

Dari total 9.765 kejadian gempa susulan yang terdata hingga saat ini, BNPB mencatat sebanyak 155 kejadian gempa di antaranya getarannya nyata dirasakan oleh masyarakat setempat.
Berton menjelaskan bahwa rangkaian gempa susulan ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa waktu ke depan. Berdasarkan karakteristiknya, gempa-gempa lanjutan tersebut diperkirakan masih bisa dialami masyarakat dalam rentang waktu 3 sampai 4 minggu pascagempa pertama.
Warga Pondok Cabe Tangsel Terdampak Sebaran Hujan Abu Gunung Anak Krakatau

Mengenai dampak korban jiwa, BNPB mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana gempa di NTT mencapai 111 orang. Jumlah tersebut tidak mengalami penambahan menyusul nihilnya laporan korban jiwa baru dalam beberapa hari terakhir.






