Ledakan hebat mengguncang barak militer Resimen Artileri Mekanis "Bolivar" di Viacha, Bolivia, pada Jumat (4/9/2026). Peristiwa ini menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai puluhan lainnya, sementara 14 korban telah dievakuasi ke rumah sakit di La Paz.
Menteri Pertahanan Bolivia Ernesto Justiniano menjelaskan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat (18.30 GMT). Ledakan diduga bersumber dari area penyimpanan bahan piroteknik atau kembang api milik Kementerian Pertahanan. Hingga saat ini, penyebab pasti timbulnya api dan ledakan tersebut masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Evakuasi medis segera dilakukan menuju fasilitas kesehatan di La Paz yang berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi kejadian. Di antara 14 korban yang dilarikan ke rumah sakit, seorang anak dilaporkan menderita luka bakar tingkat tiga. Selain korban luka, Kementerian Pertahanan Bolivia melaporkan bahwa 14 orang masih dinyatakan hilang.
Pengusaha Mulai Bahas Upah Minimum, APINDO Soroti Kesenjangan Upah Antardaerah

Perhitungan dampak korban masih menunjukkan variasi data di lapangan. Kepolisian setempat menyatakan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Viacha Rita Nebraska memperkirakan jumlah korban jiwa dapat mencapai 10 hingga 15 orang dengan sekitar 62 korban luka.
Kekuatan gelombang ledakan turut merusak puluhan rumah di sekitar kompleks militer, terutama mengakibatkan kaca-kaca jendela pecah. Personel kepolisian, tim medis, dan armada ambulans dikerahkan ke lokasi untuk penanganan darurat.
Tepung Singkong Efektif Padamkan Karhutla? BRIN Ungkap Hal Tak Terduga

Petugas pemadam kebakaran mengingatkan adanya sisa sumber panas di area kejadian yang berisiko memicu ledakan susulan. Warga setempat diminta menjauh dan menjaga jarak aman minimal 150 meter dari kompleks militer hingga situasi dipastikan terkendali.






