Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Internasional

Bom Bunuh Diri Guncang Lembah Swat Pakistan, 14 Orang Tewas di Tengah Aksi Protes Warga

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 3 Agu 2026 - 08.07 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bom Bunuh Diri Guncang Lembah Swat Pakistan, 14 Orang Tewas di Tengah Aksi Protes Warga
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sedikitnya 14 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah serangan bom bunuh diri mengguncang area di luar sebuah kantor polisi di Lembah Swat, Pakistan. Peristiwa mematikan ini terjadi pada Minggu malam waktu setempat, tanggal 2 Agustus 2026. Ledakan tersebut terjadi tepat di tengah kerumunan ratusan warga yang sedang melangsungkan aksi unjuk rasa. Demonstrasi itu digelar untuk menuntut tindakan tegas dari pemerintah dalam mengatasi peningkatan eskalasi kekerasan yang terus terjadi di wilayah tersebut. Ledakan yang tiba-tiba ini memicu kepanikan luar biasa dan membuat warga berlarian menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.

Serangan mematikan ini berlokasi di Kabal, sebuah kota yang terletak di kawasan Lembah Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan. Kepala Kepolisian Distrik Swat, Umar Khan, sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera, menjelaskan kronologi kejadian di mana pelaku meledakkan bahan peledak yang dibawanya setelah personel kepolisian berusaha menghentikan dan menggeledahnya di pintu masuk kantor polisi. Aparat keamanan kemudian segera menutup area kejadian dan memulai penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap identitas pelaku serta jaringan di balik serangan tersebut. Kepolisian juga melancarkan operasi pencarian dan penyisiran di sekitar wilayah serangan.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Terkait jumlah korban, Wakil Inspektur Jenderal Polisi Swat, Fida Hussain, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 22 orang mengalami luka-luka akibat hantaman ledakan tersebut. Para korban luka segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit di kota Saidu Sharif, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Beberapa korban dilaporkan berada dalam kondisi yang kritis. Hingga saat ini, belum ada kelompok bersenjata mana pun yang secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Kabal tersebut.

Baca Juga

Partai Gabungan Yahudi-Arab A Place for Us All Resmi Masuk Bursa Pemilu Israel

Partai Gabungan Yahudi-Arab A Place for Us All Resmi Masuk Bursa Pemilu Israel

Lembah Swat sendiri memiliki sejarah panjang terkait konflik bersenjata. Wilayah tersebut pernah menjadi basis pertahanan yang sangat kuat bagi kelompok bersenjata Taliban Pakistan atau Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Kekuasaan kelompok bersenjata tersebut di kawasan Lembah Swat baru berhasil dipukul mundur setelah militer Pakistan melancarkan operasi pembersihan besar-besaran pada tahun 2009. Sejak tahun 2007, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa memang kerap menjadi lokasi pemberontakan TTP terhadap pemerintah Pakistan. Dalam aksi protes warga sebelum ledakan terjadi, media lokal Dawn mengutip salah satu pembicara yang menegaskan bahwa warga telah lelah menyaksikan pertumpahan darah selama bertahun-tahun dan tidak ingin ada lagi generasi yang menjadi janda serta yatim piatu akibat kekerasan.

Serangan bom bunuh diri ini memicu kecaman keras dari jajaran kepemimpinan tertinggi Pakistan. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari bersama Perdana Menteri Shehbaz Sharif secara tegas mengutuk aksi teror tersebut dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa. Keduanya menginstruksikan otoritas terkait untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis terbaik, serta menegaskan bahwa perjuangan negara melawan terorisme akan terus berlanjut hingga ancaman tersebut benar-benar diberantas. Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi juga turut mengecam serangan tersebut, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, serta mendoakan kesembuhan yang cepat bagi mereka yang terluka.

Tragedi di Kabal ini menambah panjang daftar serangan berdarah yang melanda wilayah perbatasan Pakistan dalam beberapa waktu terakhir. Hanya tiga hari sebelum insiden di Lembah Swat, sebuah serangan penyergapan menggunakan drone bermuatan bahan peledak menewaskan 11 personel polisi di sebuah pos pemeriksaan di Distrik Hangu. Selain itu, pada akhir bulan Juli lalu, sebuah serangan bom mobil di Distrik Tank menewaskan 27 tentara Pakistan. Serangan mematikan di Distrik Tank tersebut secara resmi diklaim oleh kelompok TTP.

Baca Juga

Purbaya Rilis Aturan Baru Pengelolaan Dana Abadi Bantuan Internasional

Purbaya Rilis Aturan Baru Pengelolaan Dana Abadi Bantuan Internasional

Data yang dihimpun oleh Pakistan Institute for Conflict and Security Studies menunjukkan adanya lonjakan tajam dalam aktivitas kekerasan bersenjata di wilayah tersebut. Sepanjang bulan Juli, lembaga riset tersebut mencatat sedikitnya 154 kematian yang berkaitan dengan terorisme di seluruh wilayah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Jumlah korban jiwa ini meningkat lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan total korban yang tercatat pada bulan Juni sebelumnya.

Eskalasi keamanan yang terus memburuk ini turut mempertegang hubungan diplomatik antara Pakistan dan negara tetangganya, Afghanistan. Pemerintah Pakistan berulang kali menuduh pemerintahan Taliban di Afghanistan memberikan perlindungan bagi kelompok-kelompok bersenjata yang merencanakan serangan lintas batas ke wilayah Pakistan. Namun, tuduhan tersebut secara konsisten dibantah oleh pihak Kabul. Ketegangan antara kedua negara ini sempat memuncak pada awal tahun ini ketika militer Pakistan melancarkan serangan udara ke dalam wilayah Afghanistan. Serangan udara tersebut, menurut klaim dari pemerintah Taliban dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah mengakibatkan puluhan warga sipil tewas.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

TerorismePakistanbom bunuh diriLembah SwatKhyber PakhtunkhwaTTP

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor MewahProyeksi Inflasi Juli 2026 Melambat, BPS Segera Rilis Data ResmiHarga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.610.000 per Gram, Berikut Rincian Aturan PajaknyaKebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan HilangRatusan Penumpang KM Mutiara Sentosa II Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Usai KebakaranPemerintah Usut Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan MaduraTransmart Full Day Sale 2 Agustus Tawarkan Diskon Sepeda hingga 60 PersenRupiah Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

Sosial

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap