Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur buka suara mengenai aktivitas Gunung Semeru (3.676 mdpl) yang masih terus mengalami erupsi berulang. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat bertahan pada tingkat aktivitas Level III (Siaga) sejak 9 November 2025 tanpa perubahan signifikan hingga saat ini.
Perwakilan BPBD Jatim, Gatot, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik serta menetapkan batas-batas wilayah aman bagi masyarakat di lereng Semeru. Meski letusan masih kerap terjadi, ia memastikan belum ada instruksi evakuasi maupun pengungsian bagi warga sekitar.
Pada pemantauan Senin (7/9), Gunung Semeru tercatat mengalami tiga kali erupsi, masing-masing terjadi pada pukul 04.50 WIB, 13.19 WIB, dan 20.35 WIB. Pada letusan terakhir pukul 20.35 WIB, seismograf merekam getaran dengan amplitudo maksimum 22 milimeter serta durasi 116 detik, kendati visual letusan tidak teramati secara langsung.
Update Penanganan Kebakaran Hutan di Kalimantan hingga Sumatera, BNPB Kerahkan Operasi Gabungan

Sementara itu, data portal Magma Indonesia yang dikelola Kementerian ESDM RI menunjukkan belum ada letusan susulan yang tercatat di Semeru pada Selasa hingga pukul 15.07 WIB.
Saat ini, Semeru merupakan satu dari lima gunung api di Indonesia yang berada pada status Siaga (Level III). Empat gunung api lain dengan tingkat aktivitas serupa meliputi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.
Kelakar Pramono Minta Satpol PP Belajar Menahan Emosi

Data pemantauan vulkanologi nasional mencatat tidak ada gunung api yang berstatus Level IV (Awas). Di sisi lain, sebanyak 22 gunung api berada pada Level II (Waspada), termasuk Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara, yang dilaporkan berulang kali mengalami erupsi dalam beberapa hari terakhir.






