Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta untuk tetap bersikap tegas sekaligus mengedepankan pendekatan humanis saat berhadapan dengan warga. Di tengah arahannya, Pramono sempat berkelakar meminta para personel di lapangan belajar mengendalikan emosi dan menghadapi berbagai situasi seperti dirinya sebagai gubernur.
Pesan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri peringatan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026). Pramono menekankan bahwa petugas Satpol PP merupakan garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam menjaga ketertiban kota.
Karena peran sentral tersebut, ia mengingatkan pentingnya menahan diri saat bertugas di ruang publik. Pramono menyebut kesabaran dan pengendalian emosi menjadi kunci penting agar citra penegak peraturan daerah tetap terjaga secara profesional.
Guru SMA di Jombang Dipolisikan Usai Diduga Perkosa Siswinya 13 Kali

Kendati mengedepankan sikap humanis, Pramono menegaskan langkah tersebut bukan berarti Satpol PP kehilangan wibawa atau ketegasan dalam menegakkan aturan. Menurutnya, ketegasan dan ketertiban harus tetap berjalan beriringan demi memastikan kepatuhan hukum di seluruh wilayah Jakarta.
Sebagai contoh penegakan di lapangan, Pramono menyinggung penertiban keberadaan 'pak ogah' di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Ia meminta Satpol PP menata dan mengawasi area tersebut agar aktivitas pak ogah tidak lagi mengganggu kelancaran lalu lintas serta kenyamanan pengguna jalan.
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Sekolah di Jakarta Kembali Normal Mulai Rabu 9 September 2026

Selain evaluasi penertiban rutin, Pramono turut memberikan apresiasi atas kesigapan Satpol PP dalam merespons situasi darurat, salah satunya saat sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau melanda Jakarta ketika Hari Bebas Kendaraan Bermotor (CFD) berlangsung. Berkat koordinasi cepat dengan Dinas Perhubungan, kegiatan CFD yang biasanya selesai pukul 10.00 WIB berhasil diputuskan berakhir lebih awal pada pukul 09.00 WIB guna melindungi keselamatan masyarakat.






