Apakah pembentukan lembaga investasi baru seperti Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara benar-benar mampu meyakinkan pemodal global untuk menanamkan modalnya di Indonesia? Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan pelaku usaha seiring dengan langkah pemerintah merestrukturisasi pengelolaan aset negara. Bagi GMR Group, perusahaan multinasional asal India, kehadiran lembaga baru ini dipandang sebagai sinyal positif yang dapat mendongkrak optimisme serta meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap iklim investasi di tanah air.
Srinivas Bommidala, selaku Business Chairman International Airports & Energy GMR, mengungkapkan pandangan tersebut saat berbicara kepada Media Indonesia di Visakhapatnam, India, pada akhir pekan lalu. Menurutnya, pembentukan Danantara dalam waktu yang relatif singkat sejak dimulainya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan kepastian baru. Terlebih lagi, lembaga investasi ini kini mengelola portofolio aset yang sangat besar, yakni berkisar pada angka US$900 miliar dan diproyeksikan segera mendekati US$1 triliun. Skala pengelolaan aset yang masif ini diyakini mampu memberikan daya tawar dan stabilitas yang lebih kuat di mata pelaku usaha internasional.








