Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

Airlangga Hartarto Paparkan Tiga Sinyal Positif Penguat Ekonomi Indonesia

Bambang HandayaniDiterbitkan 4 Agu 2026 - 08.28 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Airlangga Hartarto Paparkan Tiga Sinyal Positif Penguat Ekonomi Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia memaparkan perkembangan terbaru mengenai kondisi perekonomian nasional yang menunjukkan tanda-tanda penguatan. Pada Senin, 3 Agustus 2026, otoritas merilis tiga indikator utama yang merekam kondisi makroekonomi terkini. Ketiga indikator tersebut meliputi tingkat inflasi yang tetap terkendali, aktivitas manufaktur dalam negeri yang kembali menunjukkan ekspansi, serta perbaikan kinerja pada neraca perdagangan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
membeberkan rincian dari ketiga sinyal positif tersebut. Sinyal pertama ditunjukkan oleh laju inflasi tahunan pada bulan Juli 2026 yang tercatat sebesar 2,88 persen secara tahunan (yoy). Laju inflasi ini terpantau lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada bulan Juni 2026 yang sempat berada di level 3,34 persen. Dengan hasil ini, tingkat inflasi nasional tetap berada di dalam rentang sasaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebesar 2,5 persen dengan deviasi plus minus 1 persen.

Apabila ditelisik lebih lanjut, stabilitas harga domestik ini ditopang oleh inflasi inti pada Juli 2026 yang tetap terjaga stabil di level 2,76 persen secara tahunan. Sementara itu, inflasi untuk kelompok harga yang diatur oleh pemerintah (administered prices) tercatat berada di level 3,58 persen secara tahunan. Pengendalian inflasi ini secara umum melibatkan koordinasi erat berbagai lembaga terkait seperti Bank Indonesia, Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan stabilitas harga di tingkat masyarakat.

Baca Juga

Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia Berhasil Menarik Modal Asing hingga 9 Miliar Dolar AS

Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia Berhasil Menarik Modal Asing hingga 9 Miliar Dolar AS

Sinyal kedua yang menandakan kondisi ekonomi kian kokoh terlihat pada sektor industri pengolahan. Indeks Manajer Pembelian atau PMI Manufaktur Indonesia dilaporkan kembali masuk ke zona ekspansi dengan menempati level 50,2 pada Juli 2026. Capaian ini menandai pemulihan yang cukup cepat setelah pada bulan sebelumnya, yakni Juni 2026, aktivitas manufaktur Indonesia sempat melemah dan tertekan di zona kontraksi pada level 46,9. Kembalinya indeks ke atas ambang batas netral mengindikasikan bahwa para pelaku industri mulai meningkatkan kembali aktivitas produksi mereka.

Selanjutnya, sinyal ketiga datang dari performa perdagangan luar negeri yang menunjukkan perbaikan kinerja. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, Indonesia sukses membukukan surplus perdagangan kumulatif yang mencapai nilai US$3,58 miliar. Khusus pada bulan Juni 2026, defisit perdagangan bulanan tercatat menyempit secara tajam menjadi US$450 juta. Angka defisit ini mengalami penurunan sebesar 72,02 persen bila dibandingkan dengan defisit perdagangan pada bulan Mei 2026 yang sempat membengkak hingga mencapai US$1,61 miliar.

Baca Juga

IHSG Diproyeksikan Menguat pada Perdagangan Selasa (4/8)

IHSG Diproyeksikan Menguat pada Perdagangan Selasa (4/8)

Perbaikan neraca perdagangan pada pertengahan tahun ini didorong oleh peningkatan kinerja ekspor nonmigas serta penurunan defisit migas. Surplus perdagangan nonmigas dilaporkan meningkat menjadi US$3,04 miliar pada Juni 2026, sedangkan defisit sektor migas berhasil ditekan hingga berkurang menjadi US$3,49 miliar. Salah satu kontributor utama ekspor adalah komoditas minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,32 persen dengan nilai ekspor mencapai US$12,27 miliar.

Di sisi impor, aktivitas perdagangan Indonesia masih didominasi oleh transaksi yang bersifat produktif untuk menunjang industri dalam negeri. Impor nasional saat ini masih didominasi oleh bahan baku serta barang modal, yang secara kumulatif menyumbang lebih dari 91 persen dari total keseluruhan impor nasional. Struktur impor yang didominasi oleh barang modal dan bahan baku ini mengindikasikan bahwa aktivitas industri domestik masih terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan produksi serta investasi di masa mendatang.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

inflasiEkonomi Indonesianeraca perdaganganAirlangga HartartoPMI Manufaktur

Berita Terbaru Lainnya

Penyelundupan 20 Kg Ganja Digagalkan di Bakauheni, Kurir Menyerahkan Diri Sebelum DigeledahMalaysia Selidiki Celah Keamanan KLIA Usai Kopilot Bawa 26 Kg Ekstasi ke IndonesiaVideo Viral Pemuda Pekalongan Mengaku Dibegal hingga Jari Putus Ternyata Rekayasa Pakai WortelPemkab Konawe Utara dan SPKS Dorong Percepatan STDB dan Sertifikasi ISPO Sawit BerkelanjutanStrategi Diversifikasi Umara Group dalam Memperluas Pasar KulinerKenaikan Suku Bunga Bank Indonesia Berhasil Menarik Modal Asing hingga 9 Miliar Dolar ASIHSG Diproyeksikan Menguat pada Perdagangan Selasa (4/8)LPS Bantah Fenomena 'Makan Tabungan', Catat Pertumbuhan pada Simpanan Nasabah Kecil

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap